Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
Pemkab Badung Gelar "Pecaruan Karipubaya Menawa Gempang" di Puspem
Selasa, 5 Februari 2019,
15:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan Upacara Pecaruan Karipubaya Menawa Gempang di Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung yang bertujuan sang Bhuta Kala yang ada di areal Puspem Badung agar kembali ke tempat masing-masing.
Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Buruan Griya Dharmasaba, dan Ida Pedanda Buda Griya Jadi Tabanan bertepatan dengan Tilem Sasih Kaulu, Senin (4/2). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adi Putra, Ketua Gatriwara Badung Ayu Parwata, Ketua WHDI Badung Ny. Isyudayani Astika, Kepala BNN Badung Ketut Masmini, Wakil Ketua TP. PKK Badung Ny. Adi Arnawa serta jajaran OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.
Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adi Putra menyampaikan, maksud diadakan upacara Pecaruan Menawa Gempang, bukan hanya pecaruan semata namun upacara nawa gempang merupakan upacara upakara mengenai keletehan, keletuhan, bencana, serta yang lainnya.
"Agar hal tersebut berlangsung terus menerus maka dengan itu dilaksanakan upacara menawa gempang. Dengan tujuan sang Bhuta Kala yang ada di areal Puspem Badung agar kembali ke tempat masing-masing,” jelasnya.
Hal tersebut tersurat dalam Upacara Karipubaya berdasarkan sastra dalam pustaka tutur lebur sangsya menuturkan, bila ada ciri seperti kelapa kembar, jambe kembar, pisang yang buahnya muncul pada batangnya serta kepanca bhaya yang bisa disebut panas keras, umah kerubuhan taru (rumah ditimpa pohon), kejadian tersebut disebut karipubhaya.
"Kalau ada lulut di pekarangan disebut kalulut bhaya, kalau ada darah di pekarangan tanpa sebab disebut karaja bhaya. Kalau ada anak nyuduk raga lan kari maurip disebut raga bhaya, kalau ada masyarakat meninggal akibat gantung diri dan bunuh diri menceburkan diri ke jurang, kejadian itu semua dapat dikatakan kadurmanggalan, jagat katemahan, durbhiksa ikang bhuwana dan patut kapelepeh dengan caru menawa gempang terutama kejadian salah pati patut dilakukan pecaruan menawa gempang," tambahnya.
Carunya tersebut merupakan caru mawisesa, pengenteb ngicalang supaya bebhutan sirna kembali ketempatnya dan tidak mengganggu di jagate. "Pecaruan menawa gempang medasar caru panca sata, ayam lima dan itik putih. Diharapkan melalui pecaruan ini yang mengganggu dari alam sana agar kembali ke asalnya dan berbagai penyakit, durmanggala dan durbikasa semuanya akan sirna” jelasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Badung usai melaksanakan persembahyangan bersama mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakan upacara pecaruan nawa gempang ini adalah sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Badung atas nama masyarakat Badung tidak henti-hentinya untuk melaksanakan rastiti Bhakti pada Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa beserta seluruh isi alam semesta untuk selalu mensucikan menyeimbangkan alam ini lahir dan bhatin. Sehingga segala hal-hal yang menjadi cacat di bumi ini, kekurangan, hal-hal yang masih kotor dapat dibersihkan dengan upacara caru ini.
"Dengan demikian suasana kebatinan kita terhadap Ida Sang Hyang Widi Wasa dan antar masyarakat selalu bersih, damai dan shanti. Secara agama mesti melaksanakan upacara pembersihan, dan ini kita rangkaikan semua bukan hanya sebatas itu saja tetapi dalam konteks yang lebih luas,” tegasnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 465 Kali
02
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 366 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 298 Kali
04
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 279 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 242 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026