Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
Pura Kereban Langit di Sading (3): Tata Cara Persembahan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemangku Pura Kereban Langit, Jero Witera yang juga pensiunan PNS di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Badung ini melanjutkan, ada dua jenis pamedek yang tangkil, antara lain melukat biasa dan nunas pemargi (memohon keturunan dan kesembuhan).
Jika pamedek ingin melukat biasa, pamedek membawa dua persembahan banten pejati dan kelapa gading. Jika tanpa kelapa gading, cukup membawa satu pejati saja. Sedangkan untuk yang nunas pemargi, terdapat tambahan bungkak nyuh gadang untuk diminum pasangan suami istri, selain banten pejati dan nyuh gading yang juga dibawa saat nangkil.
“Untuk yang nunas pemargi, disertai membawa bungkak nyuh gadang 2 buah, diminum suami istri. Itu sekaligus istilahnya nunas tamba. Kemudian Ida ring Pura Kereban Langit mepaica tirta untuk sembahyang sehari-hari di rumah sepanjang belum hamil. Ada yang belum habis tirtanya, nangkil lagi. Ada juga yang belum habis tirtanya sudah hamil,” ucap Jero Witera.
“Semua tergantung kehendak Yang Di Atas dan ketulusan hati mereka yang memohon. Kalau sudah nunas pemargi dan akhirnya dikaruniai anak alit, saya ikut bersyukur. Karena artinya secara sekala saya dapat membantu orang yang sedang kesusahan. Setelah dapat momongan, saya selalu berpesan agar anak dirawat dengan baik, karena itu titipan Tuhan,” katanya.
Dikatakan, di dalam pura tersebut ada arca dwaraphala 9 buah, arca perwujudan leluhur 10 buah, arca pancoran 1 buah, Gapura 1 buah, dan Goa 1 buah. Adapun yang melinggih di Pura Kereban Langit antara lain Ratu Gede Nyeneng, Ratu Made, Ratu Ayu, Ratu Niang, Bula Dewi, Dewi Kwam In, Kanjeng Ratu Segara Batu Bolong. Di dalam goa terdapat sumber air yang mengalir.
“Yang jelas air itu datangnya dari goa yang sudah mengalir begitu dari dulu. Saya tidak tahu pasti darimana asalnya. Datangnya dari kelebutan, baik musim hujan tetap segitu, musim kemarau juga tetap segitu. Tidak terpengaruh dari banjir ataupun situasi yang lain,” bebernya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4504 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2126 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2081 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1658 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1597 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan