Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Wiwanda Agro di Desa Pancasari Buleleng, Budidayakan Stroberi Sachinoka
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebagai salah satu pelaku agrowisata petik stroberi di Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng. Wiwanda Agro menawarkan varietas stroberi yang berbeda dari tempat agrowisata yang lainnya yakni Stroberi Sochinoka atau Stroberi Jepang.
Ditemui pada Selasa (4/6) di tempatnya yang berlokasi tidak jauh dengan perbatasan Kabupaten Buleleng-Tabanan, pemilik Wiwanda Agro Gede Adi Mustika mengungkapkan dirinya sudah 7 tahun melakukan budidaya stroberi Sochinoka.
Mengawali dari 4 pohon stroberi yang ia dapatkan dari seorang tamu dari Jepang, kini dirinya telah berhasil membudidayakannya hingga 4.500 pohon. Menurut Adi, stroberi Sochinoka ini merupakan jenis yang istimewa, diburu oleh para pecinta stroberi di seluruh dunia. Karena terkenal sebagai stroberi dengan rasa yang paling manis.
Bahkan, menurutnya karena hanya dirinya yang mengembangkan stroberi ini di Indonesia, stroberi Sochinoka Wiwanda Agro booming di Indonesia dikenal dengan sebutan stroberi Bali.
Disinggung dari segi perawatan, Adi mengatakan tidak jauh berbeda dengan stroberi jenis lainnya. Namun, disarankan untuk melakukan perawatan stroberi ini pada Green House atau rumah kaca, hal itu guna menghindari hujan lebat atau angin kencang.
"Karena tangkainya panjang, batangnya agak rapuh, sedikit senggol saja patah," imbuhnya. Adi menambahkan, pihaknya juga merupakan satu-satunya pembudidaya stroberi yang menggunakan media tanam hidroponik. Keunggulannya adalah, kebun menjadi tidak kotor karena tidak menggunakan tanah.
"Makanya pada setiap orang-orang yang berkunjung ke sini, kami berikan edukasi bahwa jadi petani itu nggak harus kotor," jelasnya. Pesan tersebut Adi sampaikan kepada para pengunjung khususnya anak-anak dengan tujuan memberikan pemahaman kepada mereka bahwa menjadi petani juga bisa menyenangkan.
Selama masa pandemi Covid-19 ini, agrowisata miliknya dan sekitarnya tidak luput dari dampak akibat ditutupnya arus wisatawan. Namun, pihaknya tetap berupaya untuk mempertahankan harga baik tiket masuk agrowisata maupun penjualan stroberi per kilonya. Selain itu, Ia juga bisa menutup biaya operasional melalui penjualan bibit yang menjangkau seluruh peminat budidaya stroberi di Indonesia.
Akhir kata, dirinya berharap semoga para pelaku agrowisata stroberi dapat bertahan meski di tengah pandemi, namun juga menjaga kualitas dengan baik agar tetap diminati masyarakat luas. Untuk itu, Ia berharap kepada pemerintah dan seluruh stakeholder terkait untuk mewujudkan standarisasi baik dari segi budidayanya maupin dari segi pariwisatanya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan