Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
5 Kesalahan Saat Menggunakan Obat Kumur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Selain sikat gigi, banyak yang menambahkan obat kumur ke dalam rutinitas perawatan gigi. Obat kumur dapat membantu membuat napas lebih segar, membilas plak yang tertinggal serta mencegah gigi berlubang.
Namun, penggunaan obat kumur yang salah justru akan membawa efek merugikan. Berikut dirangkum dari Live Strong, ada lima kesalahan penggunaan obat kumur yang dapat mengganggu kesehatan gigi.
1. Langsung menggunakan obat kumur setelah sikat gigi
Berkumur menggunakan obat kumur beberapa detik setelah menyikat gigi justru akan merugikan. Sebab, hal itu akan membuang fluoride dari pasta gigi.
Fluoride menyerap ke dalam email gigi untuk memperkuat, membuat lebih tahan plak, dan membantu mencegah demineralisasi gigi. Namun agar bahannya efektif, perlu waktu untuk melapisi gigi. Sebaiknya tunggu tiga hingga lima menit agar fluoride bekerja dengan baik sebelum Anda berkumur dengan obat kumur.
2. Menggunakan obat kumur sebagai pengganti sikat gigi
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa obat kumur sudah cukup ketika tidak sempat sikar gigi. Namun perlu diingat bahwa obat kumur bukanlah pengganti menyikat gigi dan flossing setiap hari.
Obat kumur hanya menghilangkan beberapa plak, sehingga masih diperlukan sikat gigi dan flossing untuk menghilangkan plak secara efektif.
3. Salah memilih obat kumur
Obat kumur dapat mengandung berbagai bahan aktif, dan beberapa mungkin tidak cocok untuk orang-orang tertentu. Beberapa orang bahkan bisa sensitif atau alergi terhadap bahan yang ditemukan dalam formula obat kumur
Misalnya, berkumur dengan alkohol atau bahan antibakteri lainnya akan membuat mulut dehidrasi.
"Jadi jika Anda memiliki kondisi seperti mulut kering atau mukositis, berkumur dengan obat kumur berbasis alkohol hanya akan memperburuk masalah," ujar dr. Jeffrey Sulitzer, DMD, kepala petugas klinis SmileDirectClub.
4. Menggunakan obat kumur untuk mengobat bau mulut kronis
Meskipun obat kumur membuat napas lebih segar dan harum secara instan, Anda tidak boleh mengandalkannya untuk mengobati bau mulut kronis.
"Bau mulut kronis (juga dikenal sebagai halitosis) sering menunjukkan masalah mulut yang lebih signifikan seperti penyakit gusi," kata dr. Sulitzer. Dalam beberapa kasus, halitosis juga bisa menjadi tanda refluks lambung, diabetes, penyakit hati atau ginjal, menurut American Dental Association.
Berkumur tidak akan mengatasi kondisi mendasar ini; mereka hanya menyamarkan gejalanya. Namun jika dibiarkan, masalah gigi dan medis ini bisa menjadi berbahaya.
5. Menggunakan obat kumur lebih dari dua kali sehari
Menggunakan obat kumur yang mengandung bahan antibakteri terlalu sering justru dapat membunuh bakteri baik di mulut. Selain itu juga menciptakan ruang bagi bakteri yang kurang sehat untuk tumbuh dan berkembang, kata dr. Sulitzer.
Terlebih jika obat kumur mengandung alkohol, menggunakannya lebih sering dari yang direkomendasikan dapat mengganggu produksi air liur dan menyebabkan mulut kering.
Dan itu bisa menimbulkan masalah lain. Mulut kering menarik lebih banyak bakteri yang dapat menghasilkan bau mulut dan gigi berlubang. Jadi, cukup gunakan obat kumur maksimal dua kali sehari, yakni di pagi hari dan malam hari.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1415 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1213 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 646 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 553 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 522 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung