Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
5 Gaya Hidup Tidak Sehat Yang Memicu Penyakit Jantung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyakit jantung tidak muncul begitu saja pada seseorang. Dikategorikan sebagai penyakit tidak menular, penyakit jantung terjadi karena akumulasi gaya hidup tidak sehat yang dilakukan sejak muda.
Bahkan data dari BPJS Kesehatan menyebut Rp8,2 triliun biaya dihabiskan untuk mengobati penyakit jantung, menjadikannya penyakit dengan beban terbesar di Indonesia.
Salah satu penyebab penyakit jantung adalah tingkat stres yang tinggi atau kronis karena menimbulkan gejala insomnia (sulit tidur di malam hari) dan depresi yang membuat pola hidup jadi tidak sehat.
"Berbagai studi juga menemukan stres dalam jangka panjang bisa meningkatkan kadar kolesterol, gula darah, tekanan darah, dan trigliserida,” ujar Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Fachmi Ahmad M. Sp.JP dalam acara diskusi, Rabu (29/9/2021).
Namun mengelola stres saja tidak cukup untuk mencegah penyakit jantung. dr. Fachmi juga mengungkap, ada 5 gaya hidup tidak sehat lainnya yang harus dihentikan sejak sekarang agar tidak terserang penyakit jantung. Apa saja?
1. Kurang beraktivitas fisik
Jarang beraktivitas fisik akan meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, seperti kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi.
2. Makan makanan tidak sehat
Kandungan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dalam makanan akan mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Terlalu banyak garam atau sodium bisa meningkatkan tekanan darah.
3. Merokok
Rokok mengandung banyak zat seperti tar, karbon monoksida, dan nikotin yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
4. Terlalu banyak minum alkohol
Alkohol bisa membuat kadar trigliserida atau zat lemak dalam darah melonjak hingga menyebabkan penyakit jantung.
5. Kurang beristirahat
Tubuh perlu beristirahat untuk memulihkan diri sehingga semua organ, termasuk jantung, dapat kembali bekerja secara normal. Kurang istirahat juga bisa memicu stres yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4338 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2024 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1887 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1559 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1381 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan