Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Rusia Marah dan Ancam Blokir Semua Akses Youtube
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia dikabarkan marah besar terhadap Youtube. Negeri beruang putih itu bahkan sampai mengancam akan memblokir semua akses Youtube di sana. Ancaman ini dilakukan Rusia setelah platform raksasa asal Amerika itu menghapus dua saluran berbahasa Jerman milik stasiun televisi pemerintah, yakni Russia Today atau RT.
Ancaman terhadap platform video milik Google ini disampaikan oleh Pengawas media Rusia Roskomnadzor pada Rabu, 29 September 2021.
Sebelumnya pada Selasa, 27 September 2021, YouTube mengatakan kepada media Jerman bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan kepada RT terkait disinformasi Covid-19 dan akhirnya menutup dua saluran karena melanggar syarat dan kebijakan pengguna.
Roskomnadzor mengatakan telah mengirim surat kepada pemilik YouTube, Google, menuntut agar semua pembatasan dua saluran, RT DE dan Der Fehlende Part sesegera mungkin dicabut.
Menurut Roskomnadzor, pembatasan tersebut melanggar prinsip-prinsip utama penyebaran informasi secara bebas dan merupakan tindakan penyensoran terhadap media Rusia dan mengingatkan agar YouTube mematuhi hukum yang berlaku.
Pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh YouTube melakukan tindakan agresi media yang belum pernah terjadi sebelumnya yang katanya kemungkinan dibantu oleh otoritas Jerman .
"Penerapan tindakan pembalasan terhadap media Jerman di Rusia tampaknya tidak hanya tepat, tetapi juga perlu. Kami percaya langkah-langkah ini adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk membuka dialog yang konstruktif terkait situasi yang tidak dapat diterima ini," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari laporan AFP pada Rabu.
Rusia baru-baru ini meningkatkan tekanan pada raksasa teknologi luar negeri karena mencoba untuk memegang kontrol yang lebih besar atas konten daring untuk audiens domestik.
Pengadilan Rusia pada Maret juga telah mendenda platform yang tidak patuh, termasuk Twitter, Google dan Facebook, dengan mulai membatasi kecepatan layanan Twitter.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4340 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2026 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1887 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1561 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1381 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan