Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Sambut Superbike, Pastikan Vaksinasi 50 Persen
BERITABALI.COM, NTB.
Gubernur DR Zulkieflimansyah memastikan logistik vaksin akan segera dikirim Kementerian Kesehatan pada akhir bulan Agustus.
Hal itu dikatakan Gubernur menyikapi stok vaksin kabupaten/ kota yang selalu habis. Selain itu, dalam rapat evaluasi mingguan pengendalian pandemi Covid 19 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Senin (16/8), percepatan itu dalam rangka mempersiapkan gelaran event Superbike di Sirkuit Mandalika pada November mendatang, yang mensyaratkan 50 persen vaksinasi masyarakat.
Saat ini cakupan vaksinasi NTB untuk dosis pertama (16, 09 persen) dan dosis kedua (7, 74 persen).
"Kita berkejaran dengan waktu untuk persiapan menyambut gelaran Superbike. Oleh karena itu vaksinasi dapat dipercepat dan melibatkan semua pihak", ujar Gubernur.
Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalillah menekankan prosedur standar operasi di pasar yang melibatkan pembeli, pedagang dan pengelola benar-benar diterapkan sesuai ketentuan dalam PPKM level tiga.
Begitu pula dengan SOP di kantor, pesantren, sekolah, rumah makan, cafe, resto dan perjalanan serta sektor esensial dan fasilitas umum lainnya dan kegiatan sosial masyarakat beroperasi dengan pengaturan PPKM level tiga.
"Pengendalian harus dibarengi protokol kesehatan ketat karena vaksinasi membutuhkan waktu terbentuknya herd immunity", jelas Wagub.
Wagub juga menyoroti posko PPKM berbasis desa yang belum seratus persen dibentuk yang angkanya baru 65,38 persen se NTB.
Dalam rapat evaluasi tersebut Danrem 162 WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyoroti hal hal menonjol di lapangan terkait sinkronisasi data kabupaten/ kota yang merilis data tracing menggunakan rapid antigen dan bukan PCR.
Ia juga menyebut pelayanan nakes di Puskesmas saat libur. Sedangkan Kapolda, Irjen Mohammad Iqbal mengemukakan pengendalian pandemi di kabupaten/ kota belum seragam serta operasi yustisi yang menurun.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, HL Hamzi Fikri menguraikan, dalam 10 minggu terakhir ada peningkatan trend kesembuhan di 10 kabupaten/ kota dari hasil verifikasi data All New Record.
Begitupula dengan trend testing yang memadai meski secara rata rata sudah diatas 15 persen namun secara umum belum mencapai sepuluh persen sedangkan positive rate diupayakan dibawah sepuluh persen.
Lebih lanjut, Kadikes menjelaskan, rasio tracing kontak juga naik. Ia mengakui pula terjadi lonjakan status rawat sebelum NTB masuk PPKM level tiga saat ini.
"Kenaikannya 272 persen di tahun ini karena isu global juga terkait varian virus baru tidak hanya NTB.Target kita turun ke level dua," jelas Fikri.
Ditambahkannya, hospital handling NTB berwarna hijau dengan ketersediaan kamar, oksigen dan obat obatan antivirus aman. Begitupula dengan fasilitas isolasi mandiri dsn terpadu yang sudah tersedia di kabupaten/ kota.
Ia mengatensi kota Bima yang belum memiliki ICU. Untuk jangka panjang, Kadikes menekankan kabupaten/ kota untuk menyiapkan oksigen generator terutama di Sumbawa.
Terkait vaksinasi, ia menyebut prioritas vaksin untuk dosis kedua karena angkanya yang jauh tertinggal dari vaksinasi dosis pertama serta belum stabilnya droping logistik dari pusat.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2033 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1897 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1568 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1398 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan