Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Perilaku Sederhana Ini Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Serangan jantung disebut juga dengan infark miokard. Kondisi itu terjadi secara tiba-tiba ketika bagian dari otot jantung tidak mendapatkan cukup darah.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, semakin terlambat pertolongan didapatkan oleh orang yang alami serangan jantung kerusakan pada otot jantung bisa makin besar.
Penyakit arteri koroner disebut menjadi penyebab utama serangan jantung. Kejang parah atau kontraksi tiba-tiba dari arteri koroner juga dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung.
Gejala serangan jantung meliputi nyeri dada atau rasa tidak nyaman, merasa lemah, pingsan atau pusing, nyeri pada satu atau kedua lengan atau bahu, sesak napas dan nyeri, ketidaknyamanan di rahang, leher atau punggung.
Dikutip dari Fox News disebutkan bahwa perempuan lebih mungkin mengalami gejala mual, muntah atau kelelahan yang tidak dapat dijelaskan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian secara global, sekitar 17,9 juta jiwa setiap tahun.
Ada beberapa faktor yang harus dipantau karena dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan serangan jantung.
Setidaknya ada tiga faktor risiko utama penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, dan kebiasaan merokok.
Sementara beberapa faktor risiko tidak dapat dikendalikan, seperti usia atau genetika, perilaku lain yang menyebabkan peningkatan risiko dapat terjadi. Misalnya, makan makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol telah dikaitkan dengan penyakit jantung dan kondisi terkait. Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi garam juga dapat meningkatkan tekanan darah.
Selain itu, tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan penyakit jantung serta meningkatkan kemungkinan memiliki kondisi medis lain yang juga termasuk faktor risiko, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
Penggunaan tembakau juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. CDC mengatakan bahwa merokok dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Karena nikotin meningkatkan tekanan darah. Dan karbon monoksida dari asap rokok mengurangi jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2040 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1905 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1572 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1407 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan