Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Viral Cowok Nangis Goreng Ikan Lohan Kesayangan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Aksi cowok menangis-nangis saat menggoreng ikan lohan baru-baru ini menggegerkan media sosial. Selain ekstrem, ikan tersebut ternyata juga sudah dipelihara dan disayang sejak kecil.
Video cowok tersebut menggoreng ikan lohan dibagikan oleh akun TikTok @dareevil_. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 17 juta kali dan mendapatkan 1,5 juta tanda suka.
"Ya gimana ya. #lohan. #ikanlohanku," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok.
Dalam video, cowok ini memamerkan ikan lohan kesayangannya. Ikan itu berenang-renang di akuarium dengan bersemangat saat melihat jari cowok tersebut.
Sang cowok menjelaskan, ikan lohan itu sudah dipeliharanya sejak kecil sampai besar. Kini, ia tiba-tiba merasa penasaran seperti apa rasanya memakan ikan lohan goreng.
"Bertahun-tahun meliharanya dari kecil sampai gede, baru sekarang penasaran rasanya kalau digoreng," ungkap cowok tersebut dalam video.
Tak disangka, cowok itu tidak kuat menahan rasa penasaran. Ia benar-benar mengambil ikan lohan dari akuarium, lalu menggorengnya di dapur.
Cowok itu membagikan penampakan ikan lohan yang sedang digoreng. Terlihat, ikan lohan itu berada di wajan yang penuh dengan minyak mendidih.
Ikan lohan itu sendiri sudah mulai matang. Namun, pemandangan di kepala ikan lohan yang memang terlihat benjol cukup menyita perhatian.
Cowok itu lantas mendapatkan sebuah pertanyaan dari warganet apakah ikan lohan bisa dimakan. Ia pun menjawabnya dengan memakan daging ikan lohan tersebut saat sudah matang.
Sang cowok memakan ikan lohan lengkap dengan nasi dan lalapan. Ia juga menunjukkan wajah menangisnya saat memakan binatang peliharaannya.
Aksinya tak berhenti sampai di situ. Cowok tersebut sama sekali tidak menghabiskan ikan lohan yang digorengnya karena penasaran.
Ia kemudian memberikan seluruh daging ikan lohan itu ke seekor kucing karena tidak tega mengunyah. Sang kucing terlihat mendekat dengan ragu-ragu, sebelum akhirnya menyantap ikan lohan itu dengan lahap.
Sebelum memberikan ke kucing, cowok tersebut memastikan rasa ikan lohan buatannya enak. Hal ini membuat dirinya sudah tidak penasaran lagi.
"Rasanya enak. Tapi karena gak tega ngunyah, jadi aku kasih kucing aja. Yang penting gak penasaran lagi," ungkap sang cowok.
Sang cowok juga menghina kucing itu sebagai psikopat, karena dinilai tidak punya perasaan. Pasalnya, sang kucing memakan ikan lohan peliharaannya dengan lahap.
"Dasar kucing psikopat. Gak punya perasaan," pungkas cowok tersebut.
Sontak, aksi cowok itu menggoreng ikan logan telah membuat warganet syok dan hanya bisa melongo. Mereka juga menuliskan beragam komentar kocak sampai sindiran mengenai konten video tersebut.
"Yang psikopat siapa tolong jelasin," sahut warganet.
"Bentar lagi sakaratul maut itu kucing," celutuk warganet.
"Kalau gak tega dimakan kenapa digoreng bambang," sindir warganet.
"Anjir ikan mahal malah digoreng," komen warganet.
"Ikannya berasa dikhianati," timpal yang lain.
"Kenapa digoreng? Harusnya dipelihara aja sampai ajalnya," tegur warganet.
"Yang psikopat itu lu atau kucingnya," tambah yang lain.
"Sumpah dari video pertama ke video kedua gue melongo," aku warganet.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4371 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1911 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1412 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan