Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Geliat Pelaku Usaha Lokal di Lombok Timur dari Minyak Hiu hingga Konveksi
BERITABALI.COM, NTB.
Pekerja dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat memiliki sejumlah produk usaha yang kini diminati di pasar nasional.
Produk usaha tersebut mulai dari kerajinan dompet dan tas dari kulit ikan Pari, kemudian minyak Hiu, kerajinan gerabah, kerupuk kulit ikan Hiu, poteng ambon, terasi bahkan minyak jeleng dari kelapa.
Adalah Masroni pemilik dari UD Sarimaya asal Kabupaten. Lombok Timur, menceritakan produk favorifnya adalah mengolah hati ikan hiu menjadi minyak hiu. Membuat kerajinan kulit hiu dan keripik kulit hiu.
UD Sarimaya yang usahanya dirintis sejak 1996, diceritakan Masroni kepada Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH saat dialog, usai membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas di Kantor Disnakertrans Lombok Timur, Senin (11/10/2021). Ia juga menjual makanan beku dari olahan ikan dan konveksi.
“Hiu diambil dari 3.000 meter permukaan laut, hati hiu dijemur selama 2 hari agar mencair menjadi minyak. Kemudian disaring lalu diproses menjadi kapsul," jelas Masroni, usai kegiatan Pelatihan Peningkatan Produktivitas di Kantor Disnakertrans Lombok Timur, Senin (11/10).
Masroni menyampaikan omzet usahanya mencapai Rp 100 juta/tahun untuk semua produk. Selain diolah menjadi kapsul, permintaan minyak curah juga ada peminatnya. Kerajinan kulit dan minyak ikan hiu tersebut dipasarkan sampai ke luar NTB, salah satunya Jakarta.
Harga minyak curah hiu dibandrol Rp 600 ribu - Rp 1 juta/1 liter dan harga kapsul hiu berkisar Rp. 50 ribu/50 buah. Jika Masroni prioritas dengan minyak dan keripik hiunya, berbeda dengan ibu Aini. Pemilik UD Cahaya yang berdiri sejak 40 tahun lalu, karena usaha ini turun menurun dari keluarga.
Produk yang dihasilkan, minyak jelengan dan poteng ambon. Minyak jelengan bisa langsung dipakai menggoreng atau untuk membuat sambal.
“Salah satu rumah makan di Lotim sudah menggunakan minyak jelengan tersebut,” ungkap Aini.
Minyak jelengan di produksi sampai 150 botol per minggu dengan omzet mencapai Rp2 - 3 juta/bulan, sedangkan poteng ambon menghabiskan 2 kwintal ubi sehari, namun selama pandemi, minyak jelengan sepi orderan.
"Kalau omzet untuk poteng bisa mencapai Rp.5 juta karena ada beberapa kemasan yang bisa dijangkau baik dari kalangan bawah, menengah sampai ke atas," jelas Aini.
Aini menjelaskan poteng ambon sendiri memiliki tiga varian packaging. Yaitu packaging daun dikisarkan dengan harga (Rp. 5.000), packaging 500 gram dan packaging 1 kg (1.000 gram), tergantung keinginan pembeli.
“Untuk yang packaging daun biasanya dijual di pasar tradisional, kalau yang packaging kotak dan besek itu baru awal tahun 2021 dipasarkan di Dekranasda Kabupaten Lombok timur dan SB (Sinar Bahagia) di Lotim,” jelas pemilik UD Cahaya.
Sementara itu, Yanti selaku pemilik dari Yatni Artshop menjelaskan omzet tergantung dari wisatawan luar negeri. Karena wisatawan mamcanegara bisa memesan sampai Rp 100 juta dalam 1 kali order.
“Semenjak covid, pembeli hanya dari Bali saja. Orderannya hanya mencapai Rp 15- 17 juta dalam 1 tahun," kata Yanti.
Produk yang dijual yaitu cangkir, mangkok sayur, mangkok sambal, tatakan untuk aroma terapi/dupa dan lain-lain. Bahan utamanya sendiri dari tanah liat. Untuk kerajinan tangan sendiri bisa request sesuai keinginan pembeli. Proses pembuatan memakan waktu sampai 5 bulan.
"Untuk kerajinan gelas dijual dengan harga Rp. 50.000 - 70.000. Kalau 1 set gelas harganya Rp. 500.000," ujar Yanti.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2047 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1918 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1416 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan