Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
PTM Disetop, Ini Kronologis Siswa SMAN 1 Tabanan Positif Covid-19
BERITABALI.COM, TABANAN.
SMAN 1 Tabanan terpaksa menghentikan sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Senin, (11/10) karena diketahui adanya dua orang siswa mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Bahkan hingga Rabu, (13/10) pihak sekolah masih belum berani menggelar pelajaran luar jaringan. Dari pantauan di lokasi, tampak sekolah sepi hanya sebagian guru yang datang ke sekolah bersama petugas tata usaha. Selain itu, beberapa kegiatan ekstra kulikuler siswa masih ada yang berjalan seperti olahraga dan OSIS.
“Terkait dengan kondisi di SMAN 1 Tabanan, terpaparnya salah seorang siswa disana karena klaster keluarga dan sudah dilakukan tracing, untuk rencana PTM lanjutan itu wajib menunggu siswa yang isolasi terpusat pulang dan negatif,” kata Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, Nyoman Putra Rabu, (13/10).
Ia menambahkan, pada Rabu juga sudah dilakukan tes PCR kepada beberapa siswa yang satu kelas dengan siswa yang terkonfirmasi positif. Pada hari sebelumnya juga dilakukan tes swab antig-gen dengan hasil negatif.
“Guru yang mengajar di kelas tersebut juga sdah tes PCR, tinggal tunggu hasilnya,” ujarnya.
Informasi yang berhasil dikumpulkan, siswa yang positif Covid-19 berasal dari kelas XI IPA. Diketahui oleh pihak sekolah pada Jumat, (8/10). Sementara pengumuman pada siswa PTM ditiadakan dilakukan pada Sabtu, (9/10).
Kepala SMAN 1 Tabanan, Nyoman Surjana mengatakan siswa di SMAN 1 Tabanan diketahui terpapar virus awalnya diinformasikan dari pihak puskesmas. Pada Rabu (6/10) lalu keluarga siswa yang bersangkutan ada yang yang sakit dan dirawat di rumah sakit kemudian dinyatakan positif Covid-19.
Karena keluarganya terpapar virus, dilakukan tracing yang menyebabkan anak tersebut terpapar virus namun tanpa gejala. “Nah karena siswa tersebut dapat mengikuti PTM sebanyak 3 kali, untuk mencegah terjadinya kluster di sekolah dilakukan rapid antigen terhadap guru dan siswa oleh puskesmas pada 8 Oktober lalu,” jelasnya, Rabu (13/10).
Jumlah siswa yang dirapid antigen saat itu sebanyak 11 orang, dan guru yang sempat mengajar berjumlah 5 orang. Mereka yang rapid adalah siswa satu kelas. Hasilnya dari yang dirapid antigen, satu siswa dinyatakan positif Covid-19. Namun pengakuan dari siswa ini ada keluarganya juga yang sakit.
“Kami tegaskan penyebaran virus ini bukan disebabkan dari sekolah melainkan dari kluster keluarga. Dua siswa kami sudah menjalani isolasi di hotel yang ada di Denpasar,” terang Nyoman Surjana.
Untuk itu, sejak dinyatakan positif sesuai dengan SKB Empat Menteri dan SE Gubernur Bali ketika ada anak yang terkonfirmasi positif PTM langsung dihentikan dan kembali diarahkan pembelajaran daring.
“Kita stop sementara PTM sejak tanggal 11 Oktober sesuai petunjuk dinas, dan satgas di sekolah,”
Menurutnya pembelajaran PTM akan dilakukan setelah urusan dua siswa yang positif selesai menjalani isolasi yang diperkirakan 4-5 hari ke depan. Bahkan 11 anak dan 5 guru yang sebelumnya melakukan rapid antigen, Rabu (13/10) kemarin mengikuti swab PCR.
“Kalau nanti semua negatif, dan dua anak kami yang menjalani isolasi negatif baru kami akan mengajukan izin lagi untuk kegiatan PTM ke Satgas Covid-19 Tabanan dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali,” terang Nyoman Surjana.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2048 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1919 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1416 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan