Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Wanita Ini Depresi Ketika Suaminya Operasi Ganti Kelamin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Karen Ranney duduk terdiam di kantor penasihat gender ketika suaminya akan menjalani operasi ganti kelamin. Ia belum bisa mencerna semua hal yang terjadi.
“Saya mengenal homoseksual, biseksual dan lesbian di dunia tari dan saya tidak berpikiran tertutup," ujar mantan penari profesional itu.
Menyadur New York Post Kamis (14/10/2021), meskipun dunianya beragam, ia menyadari bahwa LGBT bukan bagian dari hidupnya. "Aku tahu itu bukan untukku," ujar wanita yang kisah hidupnya dituangkan dalam sebuah memoar ini.
Neddy, nama samaran suaminya memilih operasi ganti kelamin ketika hubungan mereka berjalan di tahun ke-17. Saat itu anak pertama mereka baru berusia 4 tahun dan adiknya setahun.
Suaminya yang kembali dari perjalanan bisnis menanggalkan pakaian dan dia melihat rambut di tubuh Neddy telah dicukur. “Neddy menolak menjawab pertanyaan saya, tapi berkata: 'Ini tubuh saya dan pilihan saya,'” kenang Ranney.
Keesokan harinya, dia menemukan koleksi buku harian yang disembunyikan di koper Neddy. "Itu membuka Kotak Pandora," katanya. Yang membuatnya heran, Neddy telah menulis detail tentang berpakaian wanita.
"Saya kaget dan sempat berpikir sebentar bahwa saya akan melompat keluar jendela," kata Ranney. Dia menuntut jawaban malam itu.
Ranney pergi dari rumah dengan anak-anaknya ke rumah orangtuanya di Wisconsin tapi akhirnya kembali ke apartemen mereka di Kensington, Brooklyn, tiga bulan kemudian.
Dia menggambarkan tiga tahun berikutnya sebagai "api penyucian" saat dia menelan harga dirinya untuk menjadi ibu yang baik. Pada awal 1995, Neddy, yang telah mencukur janggutnya mulai mengembangkan payudara.
"Dia menyembunyikannya di bawah lapisan pakaian, tapi dia mengonsumsi estrogen," kata Ranney.
Neddy menerima perawatan hormon dan berencana operasi penggantian kelamin. Ia memohon pada Ranney untuk bertemu terapis dengan harapan akan mendapat dukungan.
"Saya merasa bahwa Anda telah mengkhianati saya dengan cara yang tak termaafkan. Saya tidak ingin mengubah diri saya menjadi orang yang berbeda."
Ranney mengajukan gugatan cerai menjelang operasi Neddy tahun 1996 di Stanford Medical Center di California. Mantannya memberi tahu anak laki-laki mereka, "Saya wanita sekarang" dan 'daddy' menjadi 'Dee Dee'.
Di sekolah, keingintahuan teman-teman anaknya tergugah ketika Dee Dee menurunkan mereka. “Mereka berkata: 'Oh, kamu punya dua ibu sekarang.'”
Anaknya yang berusia 11 tahun menjawab: "Tidak, itu hanya kerabat lain."
“Ada banyak proses emosional yang terjadi,” kata Ranney.
Sementara itu, putra bungsunya sering bertanya kepada pria di kantor apakah mereka mau menjadi ayahnya. “Itu menciptakan beberapa momen canggung,” kata Ranney.
Tapi Ranney yang sekarang tinggal di Lembah Hudson dengan pasangan baru belum melupakan rasa pengkhianatan itu. "Saya berhak atas sejarah saya sendiri."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2048 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1919 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1416 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan