Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
24 Orang Dieksekusi Mati Karena Dituduh Picu Kebakaran Hutan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas Suriah pada Kamis (21/10/2021) waktu setempat mengeksekusi mati 24 orang yang dituduh telah memicu kebakaran hutan 2020 lalu. Kementerian Kehakiman Suriah mengatakan kebakaran hutan itu menewaskan tiga orang dan menghancurkan ribuan hektar hutan.
Eksekusi merupakan hal yang biasa terjadi di Suriah, negara yang sedang dilanda perang saudara ini, namun jumlah terpidana yang dihukum mati pada Kamis lebih banyak dari biasanya.
Konflik Suriah yang telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun ini telah menewaskan ratusan ribu orang dan menelantarkan setengah dari seluruh penduduk di negara itu, termasuk diantaranya lima juta orang yang mengungsi ke negara-negara tetangga.
Kementerian Kehakiman menyebut 24 orang yang dieksekusi itu sebagai “penjahat yang melakukan serangan teroris yang menyebabkan kematian dan kerusakan infrastruktur dan properti publik.” Kementerian juga menyatakan bahwa 11 tersangka lain dalam kasus yang sama telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sementara sembilan orang lainnya – termasuk diantaranya lima remaja – dijatuhi hukuman penjara yang bervariasi antara 10 hingga 12 tahun.
Kementerian Kehakiman Suriah mengatakan pada akhir tahun 2020, pihak berwenang telah menahan puluhan orang yang mengaku merencanakan kebakaran pada Agustus 2020. Sebulan kemudian mereka mulai melakukan pembakaran yang menimbulkan dampak pada 280 kota dan desa, dan merusak 370 rumah. Secara keseluruhan 24.000 hektar hutan dan perkebunan hancur akibat kebakaran itu.
Kebakaran hutan terjadi di beberapa negara di Timur Tengah pada Oktober 2020 di tengah gelombang panas yang tidak biasa pada tahun itu. Kebakaran hutan itu membuat Suriah sangat terpukul. Tiga orang tewas dalam kebakaran yang meluluhlantakkan kawasan hutan yang sangat luas, sebagian besar di daerah Latakia dan bagian tengah propinsi Homs.
Kota kelahiran Presiden Bashar Al Assad di Qardaha, Latakia, juga dilanda kebakaran hebat yang merusak sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai gudang perusahaan tembakau milik negara, yang sebagian runtuh. Assad melakukan lawatan yang jarang dilakukannya ke wilayah itu tak lama setelah kebakaran dapat dikendalikan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4399 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2058 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1935 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1587 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1429 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan