Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Vaksin Pfizer Dosis Rendah Efektif untuk Anak-anak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menurut penelitian terbaru, dosis vaksin Pfizer yang dikhususkan untuk anak-anak mampu mencegah infeksi virus corona Covid-19 simtomatik pada anak usia 5-11 tahun hingga 90 persen.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah mempertimbangkan untuk memberikan layanan vaksin Covid-19 pada anak-anak, yang akan dimulai pada awal November 2021 nanti.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun diminta untuk memastikan kemanana dan efektivitas pemberian vaksin Covid-19 pada anak-anak.
Jika pemberikan vaksin Covid-19 pada anak-anak ini diizninkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS (CDC) akan membuat keputusan mengenai kelompok anak-anak yang harus menerimanya terlebih dahulu.
Pada September 2021 lalu, FDA memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer untuk orang usia 65 tahun ke atas, orang usia 18 hingga 64 tahun dengan risiko infeksi virus corona parah, dan orang usia 18 hingga 64 tahun.
Beberapa hari lalu, FDA juga mengizinkan penggunaan darurat suntikan booster vaksin Pfizer untuk orang yang memenuhi syarat, yakni sudah dua kali vaksin Covid-19.
Pfizer juga mendapatkan izin untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19 buatannya kepada anak usia 12 tahun ke atas. Sementara itu, dokter masih menanti vaksin Covid-19 yang cocok untuk melindungi anak-anak di bawah 12 tahun dari virus corona Covid-19.
Kemudian, Pfizer melakukan studi yang melibatkan 2.268 anak-anak dalam kelompok usia 5-11 tahun yang mendapatkan dua suntikan vaksin Covid-19 dosis rendah dan plasebo.
Para peneliti menemukan bahwa vaksin Pfizer dosis rendah justru 91 persen efektif melindungi anak-anak kelompok usia tersebut dari virus corona. Tak ada anak-anak yang melaporkan gejala virus corona parah, melainkan gejala yang jauh lebih ringan dibandingkan anak-anak yang tidak vaksinasi/
Selain itu, anak-anak yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis rendah juga mengembangkan tingkat antibodi penangkal virus corona yang sama kuatnya dengan orang dewasa ketika sudah vaksinasi.
Studi ini juga menemukan bahwa dosis rendah vaksin Pfizer terbukti anak pada anak-anak. Bahkan, efek samping yang ditimbulkan juga serupa dengan orang dewasa, yakni nyeri lengan, demam dan nyeri di tempat suntikan.
Tapi, penelitian ini masih perlu dilanjutkan dengan skala yang lebih besar guna mendeteksi efek samping langkanya pada anak-anak. Sementara itu, CDC menekankan bahwa anak-anak memiliki risiko menderita parah dan meninggal dunia akibat virus corona yang lebih rendah dibandingkan orang tua.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2059 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1939 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan