Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Peneliti Selidiki Sub Varian Virus Corona Covid-19 Baru
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sub varian dari virus corona varian Delta yang lebih menular sedang diselidiki oleh para ahli, setelah adanya peningkatan kasus virus corona Covid-19.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah menemukan lebih dari 15 ribu kasus varian AY.4.2 telah terdeteksi pada 20 Oktober 2021.
Tapi, masih belum jelas sub varian dari virus corona varian Delta ini bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tidak. Karena, sejumlah bukti masih terus bermunculan.
Saat ini, virus corona varian Delta masih menjadi dominan di Inggris. Minggu lalu, varian baru ini juga mencakup sekitar 6 persen dari semua kasus varian Delta baru yang akan terdeteksi sebanyak 15.120.
Nama resmi baru untuk sub varian dari virus corona ini adalah VUI-21OCT-01. Para ahli juga akan menempatkan subvarian ini dalam penyelidikan karena jumlahnya semakin umum di Inggris.
Sebuah bukti juga menunjukkan sub varian ini mungkin menyebar lebih cepat daripada virus corona varian Delta. Tapi dilansir dari The Sun, para ahli mengatakan bahwa butuh lebih banyak bukti untuk memahami penyebabnya.
Menurut mereka, perilaku virus corona atau kondisi epidemiologis seperti musim atau faktor risiko lain, yakni kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi penyebab sub varian ini menyebar lebih cepat dibandingkan varian Delta.
Saat ini, sejumlah vaksin Covid-19 telah diluncurkan. Tapi, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian virus corona itu akan membuat vaksin Covid-19 kurang efektif melawannya.
Sama halnya dengan varian virus corona yang baru di seluruh Inggris, para ahli sedang melakukan penyelidikan laboratorium dan epidemiologis untuk lebih memahami sifat-sifatnya.
Genom VUI-21OCT-01 tidak memiliki banyak mutasi, seperti varian Delta. Tetapi, para ahli mengatakan bahwa perubahan kecil pada genom ini bisa membuat perbedaan dalam penyebab virus corona Covid-19.
Dr Jenny Harries, Kepala Eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa mutasi pada virus adalah hal yang wajar terjadi. Tapi, ia tidak menduga bahwa varian virus corona akan terus muncul seiring pandemi virus corona Covid-19 ini berlangsung.
Karena ini, para ahli tetap menyarankan untuk terus berhati-hati dengan memakai masker, menjaga jarak fisik dan kontrol sirkulasi udara dalam ruangan dengan baik untuk melindungi diri dari berbagai varian virus corona Covid-19.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2059 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1939 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan