Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Nelayan Ini Bawa Pulang Ikan Sultan Seharga Rp2,5 Miliar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Nelayan di India dapat rejeki nomplok saat pertama kali melaut di musim hujan. Tanpa diduga, Chandrakant Tare panen 150 ekor ikan ghol yang dikenal sebagai ikan sultan karena harganya mahal.
Ia tak pernah membayangkan akan menghasilkan banyak uang dalam semalam. Nelayan dari desa Murbe di distrik Palghar ini melaut untuk pertama kalinya pada 28 Agustus setelah larangan menangkap ikan pada musim hujan dicabut.
Saat itu, ia melihat jaringnya jadi berat dan segera mengangkatnya. Awak kapal terkejut ketika melihat dia menangkap sekitar 150 ikan ghol sekaligus.
Ikan ghol yang lezat memiliki banyak khasiat sebagai obat dan sangat dihargai di berbagai negara. Ikan ini juga dikenal sebagai "ikan hati emas".
Melihat ikan ghol raksasa dalam jumlah besar, orang-orang di kapal tak bisa menahan kegembiraan dan mulai mengabadikan momen di ponsel mereka.
Ketika dilelang dan ikan sultan itu ditawar sekitar 1,33 crore atau setara Rp2,5 miliar. Meski begitu ada bagian berharga dari ikan itu yang belum terhitung.
Putra Chandrakant Tare, Somnath, mengatakan ada kantong di perut ikan ghol, yang sangat diminati di luar negeri.
Ikan ghol, dengan nama ilmiah Protonibea diacanthus, adalah jenis ikan blackspotted croaker yang ditemukan di kawasan Indo-Pasifik dan dianggap sebagai salah satu jenis ikan laut paling mahal.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 3620 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1906 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1732 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1456 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1027 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan