Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Awalnya Kolektor, Malah Sukses Usaha Jual Beli Ikan Koi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kolektor dan pecinta ikan siapa yang tidak kenal Cyprinus Rubrofuscus atau biasa disebut Ikan Koi yang kini digeluti oleh Agus Budiono (33) Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
Awalnya ia hanya sekadar mengoleksi ikan koi, namun ketika awal pandemi usaha jual dan beli Ikan Koi menggeliat, ia pun ikut mencoba. Ternyata, usaha yang dimulainya sejak tahun 2019 malah membuahkan hasil. Pasar yang ia sasar adalah Komunitas penghobi ikan Koi dari Desa Pengambengan bahkan hingga ke Denpasar.
Ia memanfaatkan sistem penjualan dengan media sosial. Dimana, ia mengakui kemanjuran penjualan secara online karena justru lebih menjanjikan.
Dari sejumlah jenis Ikan Koi, yang banyak diminati menurutnya adalah Kohaku, Siwa, Hiutsori, Siro, Sanke, dan Tancho serta ada seratus lebih nama jenis Ikan Koi.
Walau untuk bibit Koi masih dipesan dari luar Bali, untuk fasilitas untuk perawatan Ikan Koi sebenarnya tidak begitu sulit. Itupun bergnatung iklim di daerah masing-masing.
Selain itu, menurutnya perlu sistem sirkulasi air dengan cara filterisasi, sehingga Ikan Koi bisa berkembang dengan baik dan normal. Sebagai pecinta dan kolektor Ikan Koi, kini usaha Agus dikembangkan selain pemeliharaan juga membuat pakannya.
Ia melakukan kegiatan ini bersama komunitas yang kini dikelolanya. Bahkan selama pandemi sesama komunitas justru saling mengeratkan dengan sistem tali persaudaraan.
Untuk omzet per bulan, ia menyebut antara Rp2 juta hingga Rp4 juta. Namun, ia mengungkapkan ada kendala seperti bibit ikan yang dari luar Bali yang harganya tidak stabil.
"Ini sebenarnya menjadi acuan agar pemerintah daerah bisa memfasilitasi kondisi para pecinta dan pengkoleksi Ikan Koi. Termasuk budidaya yang selama kurang dan kesulitan," katanya.
Ia berharap agar di wilayah Jembrana bisa menyuplai ikan Koi hingga keluar daerah dan tidak mengandalkan dari luar Bali.
"Semoga hal ini menjadi pemicu juga para pemerhati terutama pemerintah daerah. Jangan takut untuk berusaha pengembangan dan memelihara ikan koi, banyak belajar dari yang sudah pengalaman dan jangan malu pula untuk belajar. Usaha apapun jika digeluti dengan kesabaran tentu membuahkan hasil maksimal," pesannya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4101 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1928 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1750 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1467 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan