Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Wisata Desa: Tanjung Langit Merah Unggulkan Panorama Pesisir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Destinasi wisata di Bali dan Jembrana khususnya kian bertambah dan dikelola swadaya oleh desa. Seperti halnya di Tanjung Langit Merah, Banjar Rening, Desa Cupel Kecamatan Negara, melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Langit Merah.
Destinasi yang dikenal dengan Pantai Kuanji dan terletak antara wilayah Desa Cupel dan Desa Baluk ini memiliki panorama pesisir dan dilengkapi fasilitas area pancing, sarana bermain serta kuliner.
Objek wisata Tanjung Langit Merah dibuka pada hari Sabtu dan Minggu mulai pagi hingga 16.00 WITA. Saifurrahim anggota Pokdarwis Tanjung Langit Merah menyampaikan, saat ini belum ada perkembangan yang signifikan dan hanya sebatas penataan.
Hal ini karena kesulitan pandanaan, kendati wisata desa ini menawarkan pemandangan pesisir yang cukup indah.
"Kesulitan karena dana dialihkan untuk biaya Covid-19. Hingga Pokdarwis hanya bisa mengelus dada. Kami bersama Pokdarwis sempat juga melakukan studi banding, ke desa lain mencari inspirasi. Luas wisata pesisir Tanjung Langit Merah 20 are, jalur yang sedikit curam menurun menambah esotik bagi para pengunjung dan pemancing," ujarnya.
Ia juga menceritakan, bagi para pecinta spot mancing langsung bisa menyewa jukung untuk memancing dengan harga Rp.300 ribu sampai Rp.400 ribu dari jam 6 pagi hingga pukul 16.00 WITA. Selain itu, pemancing juga melintasi agak ke tengah laut untuk menikmati budidaya kerang merah.
"Sebenarnya area ini juga cocok untuk area spot foto bagi para fotografer. Bahkan tempat warung berjualan soto, bakso, dan jajanan kuliner khas kampung," tegasnya.
Ia pun menambahkan, sebelum Pandemi, semangat menata lokasi ini justru menggelora. Tetapi ketika badai pandemi dan pemberlakukan PPKM, impian buyar dan upaya apapun menjadi mangkrak. Pihaknya hanya bisa merawat pohon camplung pemberian dari seorang Dosen ITB.
"Harapan terhadap pemerintah daerah agar adanya batu besar atau sandaran untuk mengatasi abrasi. Hal ini juga pernah juga dikunjungi oleh Bupati Tamba setelah Pilkada. Semoga destinasi wisata desa ini bisa segara terwujud dan terkelola dengan baik. Bahkan bisa menghasilkan penghasilan bagi para nelayan dan terutama masyarakat pesisir," lugasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4427 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2081 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1969 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1612 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1456 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan