Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Warga Tegallalang Buat Penjor Kreasi dari Tanaman Hias
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pandemi tidak menghambat berkreatifitas seperti penghobi tanaman hias, I Kadek Sudila Sudarsa, 43, yang membuat penjor kreasi dalam menyambut hari raya Galungan.
Saat pembuatan, warga Banjar Pujung Kaja, Tegallalang Gianyar ini juga membuat video hingga banyak ditonton dan viral. Saat dikonfirmasi, Kadek Sudila mengaku tercetus ide membuat penjor Galungan berbahan tanaman hias.
Selain dari hasil panen, juga dari hasil berburu di sekitar rumahnya. Alhasil penjor kreasinya punya ciri khas dari penjor Galungan biasanya.
Menurutnya ide membuat penjor dengan hiasan berbagai tanaman hias itu terinspirasi profesinya sehari-hari yakni membuat aquascape dan natural pond. Kadek membuatnya Sabtu (6/11) hingga Minggu (7/11) sore.
Dibantu beberapa temannya, Kadek menghias penjor tersebut dengan tanaman hias seperti bromelia, Kadaka, Jenggot Musa, Moss, Kayu Santigi, dan tanaman rambat. Tingginya kurang lebih 7 meter. Karena lain dari biasanya, Kadek kesulitan saat menempatkannya di depan rumah.
"Yang sulit itu ide dan penempatan tanamannya," ujarnya.
Namun untuk biaya pembuatan penjor tersebut, dirinya mengaku tidak bisa menghitung secara pasti karena tanaman yang digunakan kebanyakan hunting dan hasil panen.
"Lalu untuk kayu sendiri itu berasal dari sisa-sisa pembuatan aquascape dan vertikal garden yang biasa saya buat," paparnya.
Keunikan penjor tanaman hias buatannya pun langsung viral di media sosial setelah video pembuatannya diunggah dan dibagikan berbagai akun. Penjor buatan Sudila pun mendapatkan apresiasi atas kreatifitasnya, namun tak sedikit juga netizen yang menganggap jika penjor tersebut kurang tepat untuk hari raya Galungan.
Terkait hal tersebut, menurutnya penjor adalah simbol gunung yaitu untuk kesejahteraan. "Dan asalkan sudah berisi sarananya seperti pala gantung, pala bungkak, sampian, lamak, padi, jagung, kelapa, dan janur maka itu sudah penjor upakara. Sedangkan masalah kita menghias itu kembali kepada seni kita masing-masing," tuturnya.
Bahkan sebelum dirinya membuat penjor, ia sudah sempat bertanya kepada tokoh agama dan hal itu tidak menjadi masalah.
"Kata beliau karena agama berkaitan erat dengan seni. Dan menurut saya pro-kontra itu hal yang wajar, yang penting bagi saya beryadnya kita ikhlas tanpa pamrih," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4165 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1947 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1775 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1485 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1086 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan