Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Omicron Versi Baru Ditemukan, Diduga Sulit Diteteksi Tes PCR
BERITABALI.COM, DUNIA.
Versi tambahan varian Omicron, yang kemungkinan membuat virus lebih sulit dikenali oleh tes PCR (polymerase chain reaction) ditemukan oleh ilmuwan.
Seperti diketahui, virus corona varian Omicron asli memiliki banyak mutasi, yang disebut sudah lebih dari 30 kali mutasi. Namun, kini ilmuwan menemukan versi tambahan keturunan varian Omicron.
Hal inilah yang membuat peneliti mengusulkan adanya pemisahan garis keturunan Omicron yang dikenal B11529.
Disarankan pemisahan dua sub-garis keturunan Omicron. BA.1 untuk versi Omicron yang awalnya diidentifikasi, dan BA.2 untuk versi tambahan yang baru ditemukan.
Pemisahan itu disarankan diterapkan di Cov-Lineage, sistem online yang digunakan untuk mendokumentasikan garis keturunan SARS-CoV-2 dan penyebarannya.
"Ada dua garis keturunan dalam Omicron, BA.1 dan BA.2 yang cukup berbeda secara genetik. Dua garis keturunan ini kemungkinan berprilaku berbeda," ujar Francois Balloux, Direktur University College London Genetics Institute. mengutip Live Science, Kamis, (9/12/2021).
Perbedaan utama dari dua garis keturunan Omicron ini membuat BA.2 kemungkinan lebih sulit dilacak atau dideteksi.
Seperti diketahui, BA.1 varian Omicron memiliki kode gen 'deletion' yang disebut 69-70del, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia.
69-70del yang menyebabkan lonjakan ini tidak membuat tes PCR dinyatakan positif, dan hanya menampilkan kesalahan di tes PCR yang disebut kegagalan target gen S.
Nah, alarm kegagalan target gen S inilah yang ada pada varian Omicron dan varian Alpha, membuat vrius lebih mudah dikenali PCR.
"Keluarnya tanda gen S sangat penting untuk mendapatkan hasil cepat di banyak varian di Afrika Selatan," ujar Sarah Otto, Profesor Biologi Evolusi Univeristy of British Columbia.
Namun sayangnya pada varian Omicron BA.2 tidak membawa mutasi 69-70del, yang membuat mereka tidak begitu menonjol dalam tes PCR, yang diduga mungkin lebih sulit dideteksi.
Sementara itu, sejauh ini secara global sudah ditemukan tujuh kasus varian Omicron BA.2. Ditemukan di Afrika Selatan, Australia, dan Kanada.
Meski begitu, tidak ada dugaan varian Omicron BA.2 memiliki perilaku berbeda dengan virus corona varian lain.
"Saya tidak berpikir ada alasan bahwa garis keturunan baru jadi ancaman," timpal David Stuart, Profesor Biologi Struktural Universitas Oxford.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2030 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1891 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1564 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1386 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan