Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Truk Kontainer Pembawa Imigran Gelap Terbalik, 54 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 54 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah sebuah truk yang diduga membawa migran ke Amerika Serikat terbalik di Meksiko selatan.
Kecelakaan tersebut terjadi di jalan raya menuju ibu kota negara bagian Chiapas, tepatnya di kota Tuxtla Gutierrez.
Berdasarkan laporan media setempat, para imigran tersebut menaiki truk kontainer dan terbalik ketika melintas di tikungan pada Jumat (10/12/2021).
Kantor Kejaksaan Agung menyebutkan korban tewas 54 orang, termasuk diantaranya sejumlah perempuan dan anak-anak.
Direktur Institut Pemadam Kebakaran Chiapas Marco Antonio Sánchez mengatakan jika korban tewas terdiri dari anak-anak, perempuan hingga pria.
"Truk itu melaju kencang, itulah yang dikatakan salah satu orang yang kami bawa kepada saya, dan sayangnya, inilah hasilnya," jelasnya kepada CNN.
Pihak berwenang juga menyebutkan jika truk yang membawa satu kontainer tersebut berisi lebih dari 100 orang.
Gubernur Negara Bagian Rutilio Escandón mengungkapkan jika 105 orang terluka dalam kecelakaan itu, di antaranya 83 pria dan 22 wanita.
Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan beberapa orang yang tewas termasuk warga negara asing.
Para korban diduga adalah imigran yang lari dari Amerika Tengah, meskipun kewarganegaraan mereka belum dikonfirmasi.
Luis Manuel Moreno, kepala kantor pertahanan sipil negara bagian Chiapas, mengatakan sejumlah korban selamat mengatakan mereka dari Guatemala.
"Trailer itu tidak bisa menahan beban orang," kata seorang saksi mata di sekitar tempat kejadian.
Foto-foto yang beredar dari tempat kejadian menunjukkan orang-orang yang terluka tergeletak di tanah dan korban tewas tampak berjejer di sebelah truk.
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan jika kecelakaan tersebut adalah tragedi yang sangat menyakitkan.
Kecelakaan tersebut merupakan yang paling parah di Meksiko sejak pembantaian 72 migran di tahun 2010 oleh kartel narkoba Zetas.
Migran yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di Amerika Tengah biasanya melakukan perjalanan melalui Meksiko untuk mencapai perbatasan AS.
Namun, beberapa memilih untuk bepergian menggunakan truk yang disediakan oleh penyelundup dalam kondisi yang sangat berbahaya.
Bulan lalu pejabat menemukan 600 orang di dalam sebuah kontainer di dua truk yang sedang melakukan perjalanan dari Meksiko timur.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2033 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1899 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1568 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1399 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan