Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Sangkep Toaq Lokaq di Acara Beriuq Peririq Pemole Rinjani
BERITABALI.COM, NTB.
Sebanyak 16 orang pemuka adat di sekitar Gunung Rinjani bertemu dalam Sangkep Lokaq Rinjani di Bencingah Balai Adat Sembalun Bumbung, Rabu (15/12).
Mereka berasal dari Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah yang berada di kaki Gunung Rinjani.
Pertemuan yang diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau TNGR ini bertujuan mendukung terpeliharanya adat istiadat Gumi Sasak sebagai penjaga marwah Gunung Rinjani.
"Kami berharap acara sangkep lokaq Rinjani dapat terus terlaksana untuk masyarakat Rinjani yang beradat dan lestari," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady dalam acara bertema Beriuq Peririq Pemole Rinjani atau Bersama Memelihara dan Menjaga Rinjani.
Ketua Badan Pelaksana Majelis Adat Sasak Lalu, Bayu Windya menjelaskan, sangkep lokaq merupakan sarana pertemuan para toaq lokaq atau pemuka adat yang turun-temurun memiliki keterikatan spiritual dengan Gunung Rinjani. Forum toaq lokaq Rinjani ini terdiri atas perwakilan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Badan Pelaksana Majelis Adat Sasak, kalangan akademikus, seperti antrolopog, sosiolog, dan mbudayawan.
Mereka akan berembuk tentang tata cara berperilaku di dalam kawasan Gunung Rinjani yang memperhatikan tradisi, budaya, lingkungan, dan kemanfaatan secara umum
Camat Sembalun Mertawi yang juga seorang pemuka adat mengatakan, pertemuan itu bertujuan membangun kerja sama para toaq lokaq dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
"Karena selama ini jalan sendiri-sendiri," katanya. Semestinya, menurut dia, tugas memelihara, menjaga, dan melindungi Rinjani perlu dilakukan bersama-sama.
Dari pertemuan itu kemudian terbentuk forum toak lokak atau pemuka adat lingkar Rinjani.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriadi sebagai Mangku Lokaq atau pemuka adat Rinjani. Salah satu pelestarian adat dan budaya masyarakat Gunung Rinjani adalah tradisi 'permisi' sebelum mendaki.
"Orang yang mendaki itu ada aturannya. Harus permisi dulu. Ada penyimbikan atau tanda sekapur sirih di jidat untuk keselamatan," kata Mertawi.
"Di situ ada pesan moral BB pendakian tidak bertentangan adat dan tradisi dan kearifaan lokal,"
Camat Sembalun Mertawi yang juga seorang pemuka adat mengatakan, pertemuan itu bertujuan membangun kerja sama para toaq lokaq dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
"Karena selama ini jalan sendiri-sendiri," katanya. Semestinya, menurut dia, tugas memelihara, menjaga, dan melindungi Rinjani perlu dilakukan bersama-sama.
Dari pertemuan itu kemudian terbentuk forum toak lokak atau pemuka adat lingkar Rinjani. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriadi sebagai Mangku Lokaq atau pemuka adat Rinjani.
Salah satu pelestarian adat dan budaya masyarakat Gunung Rinjani adalah tradisi 'permisi' sebelum mendaki.
"Orang yang mendaki itu ada aturannya. Harus permisi dulu. Ada penyimbikan atau tanda sekapur sirih di jidat untuk keselamatan," kata Mertawi.
"Di situ ada pesan moral sehingga pendakian tidak bertentangan adat dan tradisi dan kearifaan lokal."
Ada pula beberapa pantangan ketika masuk hutan dan mendaki Gunung Rinjani. Misalkan, dilarang menyebut dan memanggil nama orang yang bertemu selama perjalanan.
"Menurut keyakinan orang tua dulu, akan ada makhluk seperti jin yang pulang ke rumah si pendaki, sementara pendaki tersebut hilang," ucapnya.
Mertawi juga menyinggung soal pelestarian alam Gunung Rinjani agar daya pikatnya tidak berubah. Menurut dia, tantangan mendaki Gunung Rinjani akan terasa setelah melewati Pos III. Di sana ada tanjakan penyesalan, naik dan turun empat bukit, dan medan yang menantang.
Sebab itu, dia melanjutkan, layanan pengantaran dengan ojek yang selama ini beroperasi cukup sampai Pos II saja.
"Jangan sampai melewati tantangan pendakiannya, yaitu tanjakan penyesalan sebelum tiba di Pos IV yang memiliki persimpangan ke Danau Segara Anak atau puncak Gunung Rinjani," katanya.
Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Selama delapan bulan terakhir, tercatat sebanyak 20.255 wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara mendaki gunung itu. Sementara wisatawan yang datang, namun tidak mendaki mencapai 15.707 orang.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4372 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1913 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1412 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan