Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
WHO Catat Kasus Positif Varian Omicron Meningkat 2 Kali Lipat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Update Covid-19 global per Minggu (19/12) pukul 07.30 WIB menunjukkan kasus positif infeksi virus corona mencapai 274,51 juta, bertambah 554.843 kasus dalam 24 jam terakhir.
Di waktu yang sama, kematian bertambah sebanyak 5.115 jiwa. Sehingga total kematian pasien Covid-19 saat ini telah lebih dari 5,36 juta jiwa.
Dalam sepekan, kasus positif Covid-19 secara global meningkat 3 persen, sesuai catatan data pada situs worldometers. Amerika Serikat dan Inggris menjadi dua negara yang melaporkan kasus positif mingguan terbanyak.
Peningkatan kasus positif diperkirakan akibat sebaran virus corona varian omicron yang makin meluas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat varian tersebut telah dilaporkan di 89 negara hingga Sabtu, 18 Desember.
Jumlah kasus Covid-19 varian omicron juga makin meningkat dua kali lipat selama 1,5-3 hari kemarin di sejumlah daerah akibat penularan komunitas.
"Omicron menyebar dengan cepat di negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi. Tetapi tidak jelas apakah ini karena kemampuan virus untuk menghindari kekebalan, peningkatan transmisi bawaan atau kombinasi keduanya," kata WHO dikutip dari Channel News Asia.
WHO menetapkan varian omicron sebagai variant of concern pada 26 November, dua hari setelah varian tersebut terdeteksi di Afrika Selatan. Namun hingga saat ini diakui masih banyak yang belum diketahui tentang varian omicron, termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.
"Data keparahan klinis omicron masih terbatas. Lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan dan bagaimana tingkat keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi dan kekebalan yang sudah ada sebelumnya," kata WHO.
WHO memperingatkan, kasus positif yang meningkat begitu cepat berisiko sebabkan kapasitas di rumah sakit penuh dan menyebabkan tenaga kesehatan kewalahan.
"Rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat. Mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan banyak sistem perawatan kesehatan menjadi kewalahan dengan cepat," pesan WHO.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4374 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1913 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1413 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan