Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
49 Orang Tewas, Filipina Diterjang Topan Rai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 49 orang meninggal dunia provinsi Bohol di Filipina tengah, yang terdampak berat oleh angin puyuh Rai yang kuat dan menghantam negara tersebut pekan lalu, demikian menurut gubernur provinsi tersebut, Arthur Yap pada Minggu (19/12/2021).
Pernyataannya datang di tengah operasi penyelamatan yang terus berlangsung.
Meski demikian, jumlah resmi korban tewas tercatat sebanyak 31 orang. Badan bencana nasional, saat ditanyakan terkait angka tersebut, mengatakan bahwa unit operasinya belum menerima laporan resmi dari unit provinsi.
Di Bohol, jalur komunikasi dan pasokan listrik masih belum dapat diakses semenjak dua hari terakhir, akibat angin puyuh Rai, kata Yap. Provinsi tersebut merupakan rumah dari beberapa destinasi wisata populer seperti Sungai Loboc, yang meluap.
“Sangat jelas bahwa kerusakan yang dialami di Bohol begitu kuat dan berdampak kepada semua,” katanya dalam sebuah video yang diunggah ke laman Facebook resminya.
“Orang-orang telah sangat menderita akibat rumah-rumah yang rusak dan kerugian pertanian,” katanya sambil menyerukan pengumpulan donasi bagi para korban, terutama air minum.
Rai, di antara badai tropis paling mematikan yang menyerang kepulauan Filipina tahun ini, telah menerjang sebanyak sembilan kali, dengan jejak kehancuran besar-besaran yang juga dilaporkan di provinsi Cebu, Leyte, Surigao del Norte, termasuk tujuan selancar populer Siargao, dan Kepualauan Dinagat.
Di Kepulauan Dinagat, yang berada di bagian selatan, di mana angin kencang merusak sekitar 90 persen hingga 95 persen rumah, 10 orang telah tewas, menurut kepala petugas informasi provinsi Jeffrey Crisostomo.
Belum ada kejelasan terkait apakah kematian ini termasuk dalam penghitungan resmi dari badan kebencanaan.
Rai kini telah bergerak menuju Laut Cina Selatan, namun lebih dari 400.000 orang tetap berada di tempat penampungan sementara, kata badan bencana itu dalam informasi yang diberikan pada Minggu.
Sekitar 20 badai tropis melanda Filipina setiap tahun, yang biasanya menyebabkan banjir dan tanah longsor.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4375 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1913 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1413 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan