Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Viral Siti Fadilah Sebut Kemunculan Omicron Didramatisasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komentar Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari tentang virus corona kembali jadi sorotan alias viral.
Terbaru, Siti Fadilah mengatakan bahwa varian Omicron yang saat ini tengah ramai dibahas didramatisasi.
Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah tayangan video YouTube, Realtita TV. Dalam video tersebut mulanya ia menjelaskan mengenai mutasi virus corona varian Omicron yang ditemukan di Afrika Selatan.
"Nah omicron ini sebenarnya mutasinya karena spike protenin bukan dari virusnya, strainnya tetap strain Covid yang berubah sifatnya yang ada di ujungnya dari spike protein itu, kemudian mereka sebut sebagai omicron," ujar Siti Fadilah.
"Nah kemudian didramatisasi, kayanya mati loh kalau ada omicron. Jadi ini bukan virus baru hanya mutasi kecil saja, strainnya tetap," ujar Siti Fadilah.
Lantas benarkah kemunculan Omicron didramatisasi? Seperti dikutip dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini para peneliti di Afrika Selatan dan di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami banyak aspek Omicron dan akan terus membagikan temuan penelitian ini saat tersedia.
Dalam keterangannya, WHO mengatakan bahwa belum jelas apakah Omicron lebih mudah menular (misalnya, lebih mudah menyebar dari orang ke orang) dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta.
Jumlah orang yang dites positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tetapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lainnya.
Sementara itu, terkait dengan tingkat infeksi, masih belum jelas apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan infeksi varian lain, termasuk Delta.
Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi ini mungkin disebabkan oleh peningkatan jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron.
Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di antara mahasiswa—individu yang lebih muda yang cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan—tetapi memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu.
Semua varian Covid-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan, sehingga pencegahan selalu menjadi kunci.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4377 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2044 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1914 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1413 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan