Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Varian Omicron, 4.500 Lebih Penerbangan di Dunia Dibatalkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lebih dari 4.500 penerbangan dibatalkan di seluruh dunia pada hari Sabtu (25/12/2021) dan ribuan lainnya ditunda akibat makin meluasnya penyebaran virus corona varian Omicron. Demikian menurut situs web pelacakan Flightaware.
Menurut Flightaware.com, setidaknya 2.000 penerbangan dibatalkan di seluruh dunia pada Hari Natal, termasuk sekitar 700 yang berasal dari atau menuju ke bandara AS, dengan lebih dari 1.500 penundaan pada 0720 GMT.
Pada hari Jumat, ada sekitar 2.400 pembatalan dan hampir 11.000 penundaan. Situs tersebut juga melaporkan lebih dari 600 pembatalan untuk hari Minggu.
Pilot, pramugari, dan staf lain dilaporkan sakit atau harus dikarantina setelah terpapar Covid-19. Kondisi itu memaksa Lufthansa, Delta, United Airlines, dan banyak maskapai lain untuk membatalkan penerbangan selama salah satu periode perjalanan puncak tahun ini.
Data Flightaware menunjukkan United membatalkan sekitar 200 penerbangan pada hari Jumat dan Sabtu, atau 10 persen dari yang dijadwalkan.
Lonjakan nasional dalam kasus Omicron minggu ini berdampak langsung pada awak penerbangan kami dan orang-orang yang menjalankan operasi kami, kata United dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
“Akibatnya, sayangnya kami harus membatalkan beberapa penerbangan dan memberi tahu pelanggan yang terkena dampak sebelum mereka datang ke bandara,” kata maskapai itu, seraya menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk memesan ulang penumpang.
Demikian pula, Delta membatalkan setidaknya 260 penerbangan pada hari Sabtu dan sekitar 170 pada hari Jumat, dengan mengatakan telah "menghabiskan semua opsi dan sumber daya - termasuk perubahan rute dan penggantian pesawat dan awak untuk mencakup penerbangan yang dijadwalkan."
"Kami meminta maaf kepada pelanggan kami atas keterlambatan rencana perjalanan liburan mereka," kata perusahaan itu.
Sebelas penerbangan Alaska Airlines dihentikan, setelah karyawan mengatakan mereka berpotensi terpapar Covid-19 dan harus mengasingkan diri di karantina.
Pembatalan menambah frustrasi pandemi bagi banyak orang Amerika yang ingin bersatu kembali dengan keluarga mereka selama liburan, setelah Natal tahun lalu sangat dibatasi.
Maskapai penerbangan China menyumbang jumlah pembatalan tertinggi dengan China Eastern membatalkan sekitar 480 penerbangan atau lebih dari 20 persen dari rencana penerbangannya, dan Air China menghentikan 15 persen dari total jadwal keberangkatannya sekitar pukul 07.20 GMT Sabtu. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2049 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1920 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1417 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan