Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Geger Jasad Bayi Tanpa Kepala, Ternyata Hasil Aborsi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Kota Tegal sempat digegerkan dengan penemuan jasad bayi tanpa kepala di saluran air di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana pada Kamis (11/11/2021) lalu. Polisi mengungkap bayi malang tersebut ternyata sengaja digugurkan oleh ibunya.
Hal itu diketahui setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal Kota melakukan penyelidikan dan menangkap SF (22), warga Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.
"Dari laporan penemuan mayat bayi di Kelurahan Krandon 11 November 2021, diselidiki, mengarah ke SF. SF diketahui sebelumnya hamil, lalu menggugurkan kandungannya dan dibuang ke sungai," kata Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres setempat, Kamis (30/12/2021).
Rahmad mengungkapkan, SF menggugurkan bayi yang dikandungnya pada 6 November 2021 sekitar pukul 03.00 WIB. Saat digugurkan, kondisi bayi berjenis kelamin laki-laki itu sudah meninggal.
"SF meminum teh pelangsing untuk membantu tindakan aborsi yang dilakukannya," ungkap Rahmad.
Setelah digugurkan, lanjut Rahmad, jasad bayi dikubur SF di halaman rumahnya. Kemudian oleh orang tua SF, jasad bayi yang terbungkus plastik dan kelamaan menyembul ke permukaan tanah karena diguyur hujan dibuang ke aliran sungai.
"Jasad itu lalu hanyut hingga sejauh enam kilometer dan sampai di wilayah Kelurahan Krandon dan ditemukan warga," ujarnya.
Akibat perbuatannya tersebut, SF ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 346 jo 181 KUHP. "Ancaman hukumannya empat tahun penjara," tandas Rahmad.
Kepala Satreskrim Polres Tegal Kota AKP Vonny Farizky menambahkan, SF menggugurkan bayi yang dikandungnya karena malu akan kehamilannya usai berhubungan intim dengan pacarnya.
"SF malu dengan keluarganya dan mungkin tertekan karena sudah mau menikah, akhirnya menggugurkan kandungannya yang baru berusia tujuh bulan," ujarnya.
Vonny mengatakan, SF sengaja meminum teh pelangsing dalam jumlah banyak untuk menggugurkan kandungannya. Teh itu bisa dengan mudah didapatkan di apotik maupun warung.
"Teh tersebut untuk obat diet. Itu mengurangi protein yang dimakan, membuat janin lemah, dan mempercepat bayi digugurkan," jelasnya.
Vonny menyebut SF melakukan perbuatannya seorang sendiri. SF juga diketahui memiliki gangguan psikologis berdasarkan catatan pemeriksaan dokter.
"Dia menggugurkan di rumah, lalu dikubur di halaman rumah. Kemudian dari pihak keluarga, curiga ada plastik yang bau dan dikerubungi lalat. Dipikir itu bangkai hewan, tidak dilihat dulu, dan karena kondisi hujan jadi dibuang ke sungai," ujarnya.
Sebelumnya, penemuan mayat bayi tanpa kepala menggegerkan warga Kota Tegal, Kamis (11/11/2021). Mayat bayi yang sempat dikira boneka itu ditemukan mengambang di saluran air di RT 03 RW 03 Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana sekitar pukul 12.00 WIB saat warga sedang bekerja bakti.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4398 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2057 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1932 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1586 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1428 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan