Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Omicron Melonjak, Sidney Tetap Gelar Pesta Perayaan Tahun Baru
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kota yang paling terdampak varian Omicron di Australia, Sidney tetap akan menggelar perayaan Tahun Baru 2022. Meski kasus penyebaran Covid-19 varian Omicron melonjak tajam di kota itu.
Bahkan, pihak berwenang mendorong warga untuk ke luar rumah dan menikmati kemeriahan perayaan. Ribuan orang diperkirakan akan memadati tempat-tempat utama di tepi pelabuhan untuk menonton tradisi penyalaan kembang api selama 12 menit yang terkenal. Antrean terlihat di beberapa titik strategis sejak dini hari.
Perdana Menteri Scott Morrison berharap orang-orang “menikmati malam itu”, sementara pemimpin New South Wales Dominic Perrotet mendesak setiap orang untuk “keluar dan menikmati Tahun Baru” setelah infeksi harian di negara bagian itu naik nyaris dua kali lipat dan mencapai rekor 21.151 pada Jumat.
Banyak negara telah mengurangi perayaan Tahun Baru untuk menekan penularan Omicron yang merajalela tetapi perayaan akan tetap dilangsungkan di Sydney setelah tahun lalu dibatalkan akibat COVID-19.
Sydney, ibu kota negara bagian New South Wales, adalah salah satu kota besar pertama di dunia yang menyambut setiap Tahun Baru secara bersama dengan penghitungan mundur dan pertunjukan kembang api di atas Opera House yang ikonik.
Seluruh negara bagian Australia, kecuali Australia Barat, sudah mulai hidup berdampingan dengan virus corona setelah mencapai tingkat vaksinasi yang lebih tinggi dan pelonggaran pembatasan telah mendorong jumlah kasus ke angka tertinggi.
Terlepas dari lonjakan rekor, Perrottet pada Jumat menegaskan bahwa NSW dalam “posisi yang sangat kuat” karena tingkat vaksinasi yang lebih tinggi dan bahwa rumah sakit tengah mengatasi lonjakan Omicron.
“Meskipun jumlah kasus secara substansial meningkat, dibanding saat kita diserang varian Delta, posisi kami tetap sangat kuat,” kata Perrottet kepada awak media.
Dari 135.000 kasus aktif di Australia, hanya 127 orang yang berada di unit perawatan intensif, berdasarkan data resmi. Australia pada Jumat melaporkan lebih dari 32.400 kasus, rekor baru selama pandemi, jauh melampaui angka tertinggi 21.329 kasus pada Kamis sehingga total infeksi nyaris menyentuh angka 400.000. Sebanyak 2.239 kematian sudah tercatat sejak awal pandemi. (Sumber: Antara)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4399 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2057 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1934 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1586 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1429 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan