Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
2021, Inflasi di Bali Sebesar 2,07 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Provinsi Bali mencatat inflasi sebesar 0,88% (mtm), meningkat dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,63% (mtm).
Secara spasial, inflasi terjadi di Kota Denpasar dan Kota Singaraja dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 0,75% (mtm) dan 1,70% (mtm).
Peningkatan tekanan harga terjadi pada seluruh kelompok, dengan tekanan tertinggi pada kelompok volatile food, yang diikuti oleh kelompok administered price dan core inflation.
"Dengan demikian, pada tahun 2021 Bali mencatatkan inflasi sebesar 2,07% (yoy) atau berada dalam sasaran inflasi nasional 3±1%," jelas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho belum lama ini dalam keterangan Persnya di Denpasar.
Sedangkan untuk kelompok barang volatile food pada Desember 2021 mengalami inflasi sebesar 3,75% mtm. Peningkatan harga terutama terjadi pada komoditas cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras.
Peningkatan tekanan harga cabai rawit disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengganggu tingkat produksi, sedangkan peningkatan harga komoditas minyak goreng seiring dengan tren kenaikan harga minyak sawit dunia sejak awal tahun.
Sementara itu, meningkatnya harga telur ayam ras tidak terlepas dari upaya Pemerintah dalam menjaga kestabilan harga daging ayam ras yang sebelumnya tercatat rendah, melalui kebijakan pembatasan telur tetas dan afkir dini.
Kelompok barang administered price mencatat inflasi sebesar 0,48% mtm. Peningkatan tekanan harga terutama terjadi pada harga angkutan udara seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan ke Bali sebagai dampak dari penurunan level PPKM sejak bulan Oktober 2021 dan libur sekolah dalam rangka perayaan Nataru.
Kelompok barang core inflation juga mengalami inflasi sebesar 0,33% mtm, terutama disebabkan oleh naiknya harga canang sari. Peningkatan harga canang sari seiring dengan meningkatnya frekuensi upacara keagamaan pada bulan Desember sebagai bulan baik bagi umat Hindu.
"Selain itu, peningkatan tekanan harga juga terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat di tengah perayaan Nataru," ucapnya.
Ke depan, inflasi di 2022 diperkirakan akan lebih tinggi dibanding inflasi 2021, namun masih dalam kisaran sasaran inflasi 3±1%. Kelompok barang core inflation dan administered price diperkirakan akan meningkat sejalan dengan pemulihan permintaan masyarakat secara bertahap.
"Adapun beberapa hal perlu terus didorong selama 2022 adalah kerja sama antar daerah (KAD), penggunaan teknologi pertanian (smart farming), perbaikan kualitas data produksi dan stock, serta pemasaran secara digital (e-commerce)," pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2059 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1940 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan