Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Kualitas Kakao Jembrana Tempati Peringkat Tertinggi se-Indonesia
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Komoditi produksi kakao kabupaten jembrana menempati posisi puncak dari produksi kakao Se-indonesia. Namun bukan berarti dari volume produksinya melainkan berada di peringkat tertinggi melainkan dari sisi kualitas.
Kualitas Kakao Jembrana telah diakui sebagai komoditi berkualitas bagus di Indonesia. Pasalnya, produksi biji kakao Jembrana dilakukan melalui fermentasi. Selain itu juga para petani kakao dalam pembudidayaan mengunakan pola dan sistem ramah lingkungan.
Hal itu diungkapkan direktur yayasan kalimajari, IGA Agung Widiastuti saat peringatan hari lapang tani yang dipusatkan di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Rabu (5/1/2022).
Hari lapang tani yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, turut hadir Kadis Pertanian, pimpinan BUMN, juga puluhan kelompok subak abian yang tersebar di kabupaten Jembrana.
"Dari kuantitas memang produksi cokelat kita masih sangat kecil jika dibandingkan provinsi se-Indonesia. Namun yang kita kedepankan kualitas produksi dengan metode fermentasi ini," ujar Widiastuti.
Kata Agung Widiastuti, dengan implementasi produksi kakao fermentasi di Jembrana, mampu menyetarakan diri dengan produksi kakao dunia.
"Pola fermentasi yang kita terapkan di Bali khususnya di kabupaten Jembrana menjadikan kebanggaan para petani budidaya di bali lantaran produksi kita (Bali) mampu bersaing di pasar dunia khususnya pasar Amerika," ujarnya.
Terkait budidaya tanaman kakao ramah lingkungan, kata Widiastuti para petani kakao di bali khususnya di Jembrana dilakukan dengan pola organik.
"Mulai dari pengolahan tanah, pemupukan dan pembrantasan hama dan penyakit semuanya menggunakan dengan pola organik. Misalnya pemupukan menggunakan kompos, fungisida dan insektisida masing masing juga menggunakan berasal dari reramuan yang telah diracik oleh para anggota kelompok tani," paparnya.
Sementara Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan, hari lapang tani mampu dijadikan momentum bagi kalangan tani dan generasi muda untuk lebih bergairah dalam budidaya di sektor pertanian.
"Saat ini kabupaten Jembrana yang notabene daerah agraris dan masyarakatnya sebaian besar bergelut di sektor pertanian. Untuk itu ia berharap lebih bergairah bertani khususnya budidaya tanaman kakao," kata Wabup Ipat.
Wabup ipat berharap para petani kakao mampu berinovasi sehingga akan dapat menambah pengasilan. "Memang kita (Jembrana) akui produksi kakao masih sangat kecil namun secara umum di Indonesia kakao menempati posisi keenam dunia. Saya harapkan kepada para petani kakao di Jembrana ini untuk melakukan inovasi inovasi baru khususnya dengan melakukan prosesing biji kakao fermentasi. Dengan cara ini selain biji kakao Jembrana dapat bersaing di pasar dunia secara ekonomi," pungkasnya.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2059 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1940 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan