Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Viral Tukang Tato Diduga Keroyok Orang Tua Pelanggan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beredar laporan seorang warganet di Facebook yang mengalami kejadian tidak menyenangkan saat ditawari tato oleh tukang tato di kawasan Asia Afrika Bandung. Laporan milik warganet tersebut juga diunggah ulang oleh akun Instagram @infobandungraya pada Rabu (5/1/2022).
Pada awalnya, ia ditawari untuk membuat tato temporary dengan harga Rp3.000 persentimeter di depan gedung BRI Asia Afrika. Ia pun mengiyakan tawaran tersebut dan tidak bereskpektasi bahwa harganya akan membengkak hingga Rp1 juta setelah tato sudah selesai.
"Ya udah saya mau. Kirain ekspektasi saya nggak akan sampai 1 juta kayak gini. Masa we tatto butut dua hari luntur ge harga hampir sejuta," tulisnya dalam akun Facebook.
Ia dan temannya pun merasa bingung karena hanya membawa uang Rp100 ribu. Mereka berusaha meninggalkan HP sebagai jaminan, tetapi tukang tato tidak bisa kalau untuk jaminan.
"Di situ saya bingung. Saya cuma pegang 100 ribu dan ada HP saya sama teman saya biar saya bisa pulang tapi katanya ga bisa jaminan. Kalau dijual mah sok cenah," lanjutnya.
Mereka lalu ditahan oleh tukang tato selama lebih dari satu jam. Ia pun berinisiatif menghubungi ayahnya yang berada di posko PAGAR. Ayahnya lalu datang ke TKP bersama temannya.
"Di situ ayah saya disiksa, dihajar masa pakai helm lah, pakai barang juga sama anak-anak tatto itu sampai-sampai ayah saya kepalanya bocor benjol keluar darah di kuping sama hidung," lanjutnya.
Ayahnya dikabarkan dihajar oleh 20 orang hingga tidak bisa berkutik pun ayahnya masih terus dianiaya oleh gerombolan tukang tato di kawasan Asia Afrika tersebut.
"Ayah saya dihajar sama 20 orang. Di situ ayah saya disiksa sampai ayah saya ga bisa ngapa-ngapain juga masih disiksa," lanutnya.
Menurut informasi, korban telah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Regol dan berharap kasus penganiayaan ini diusut seadil-adilnya.
"Oleh korban, kejadian ini sudah dilaporkan ke polsek Regol (No. Laporan: LP/B/10/I/2022/SPKT/POLSEKREGOL/RESTABES BDG/POLDA JABAR) dengan harapan dapat diusut seadil-adilnya," lanjut keterangan.
Melihat kisah itu, warganet pun geram dan menuliskan beragam tanggapan mereka.
"Kasus yang terulang lagi. Kalo mau ditato dateng aja ke studio-studio tato yang ada di Bandung kan banyak. Cuma yaa itu permanen harus dipikir lagi secara matang. Kalo mau temporary yaa beli permen yosan aja yang banyak teh. Semoga ada penyelesaiannya dari kepolisian," tulis warganet.
"Nunggu viral baru disapu dah. Udah bukan rahasia umum lagi kalo di alun-alun udah ga nyaman," ujar warganet.
"Terjadi lagi dan terjadi lagi, nipu ga akan berkah. Udah intinya gausah pada pake jasa mereka aja, kalo ada wisatawan mau pada tato disitu kasih tau aja. Hati-hati jadi korban ditipu gitu," imbuh yang lain mengingatkan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4404 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2063 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1944 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1592 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1435 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan