Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Negara Dilanda Kerusuhan, Presiden Perintah Tembak Mati
BERITABALI.COM, DUNIA.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan Muhammad Fadjroel Rahman pada Sabtu (8/1) memastikan bahwa 141 warga negara Indonesia yang ada di Kazakhstan dan tiga lainnya di Tajikistan berada dalam kondisi “sehat dan aman".
“Kami menjamin dan memberitahukan pada keluarga di Indonesia bahwa keadaan mereka sehat, aman; dan KBRI setia melayani mereka dalam masa state of emergency ini,” ujar Fadjroel.
Meskipun demikian, KBRI meminta agar seluruh WNI “selalu waspada dan hati-hati, menjauhi kerumunan massa, tidak keluar rumah jika tidak perlu benar atau ada keperluan penting, mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah setempat, menjaga ketertiban dan tidak ikut dalam aksi massa.”
Bermula Dari Protes Kenaikan Harga BBM
Pernyataan ini dikeluarkan KBRI di Kazakhstan setelah kerusuhan meluas di negara itu sepekan terakhir ini. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev pada Jumat (7/1) bahkan mengeluarkan perintah tembak di tempat guna mengatasi aksi kekerasan yang dilakukan sebagian demonstran.
Dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional itu, Tokayev mengatakan “teroris telah secara terus menerus merusak properti negara dan pribadi, dan menggunakan senjata terhadap warga sipil. Saya telah memberikan perintah kepada para penegak hukum untuk menembak mati tanpa peringatan.”
Tokayev menolak seruan internasional agar pemerintahnya berunding dengan para pengunjukrasa. Ia mengklaim, tanpa bukti, bahwa mereka dilatih dan diorganisir oleh entitas asing yang tidak disebutkan namanya.
Tokayev menyebut para pengunjuk rasa sebagai bandit dan teroris yang harus dimusnahkan, dan berjanji akan segera melakukan hal itu.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena telah mengirim pasukan – atas perintah Tokayev – untuk membantu menindak para pengunjukrasa.
Sementara itu pihak berwenang Kazakhstan telah menangkap Karim Massimov, mantan kepala komite keamanan nasional yang dipecat awal pekan ini, setelah meluasnya aksi demonstrasi memprotes kenaikan harga BBM, yang kemudian bergulir menjadi aksi kekerasan. Ia ditahan karena diduga melakukan pengkhianatan tingkat tinggi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4421 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2074 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1962 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1606 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1448 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan