Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Suntik Vaksin Covid-19 Perpanjang Siklus Menstruasi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah penelitian menemukan vaksin Covid-19 bisa menambah satu hari ekstra pada siklus menstruasi wanita. Wanita yang mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19 selama siklus menstruasi akan mengalami siklus menstruasi yang lebih lama satu hari, dibandingkan mereka yang tidak suntik vaksin Covid-19.
Studi dari National Institutes of Health (NIH) dan dipimpin oleh Dr. Alison Edelman dari Oregon Health and Science University di Portland, mengatakan siklus menstruasi yang sedikit lebih panjang setelah vaksin Covid-19 itu masih dalam kisaran normal.
Penulis penelitian juga menegaskan bahwa siklus menstruasi wanita juga terkadang memang bervariasi dari bulan ke bulan. Mereka pun kembali mengingatkan bahwa vaksin Covid-19 tetaplah penting untuk melindungi dan memberikan kesempatan terbaik untuk melalui pandemi virus corona, terlepas dari efek sampingnya.
Dr. Edelman pun merasa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui efek vaksin Covid-19 pada menstruasi wanita, yakni memicu nyeri, perubahan suasana hati atau aliran menstruasi yang lebih deras.
Dr. Diana Bianchi, direktur NIH Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), mengatakan penelitian ini hanya menemukan sedikit perubahan menstruasi pada wanita.
"Penelitian ini tentu penting, sehingga bisa memberi tahu wanita mengenai vaksin Covid-19 dan mereka bisa merencanakan lebih tepat dan baik," kata Dr Diana dikutip dari The Sun.
Lebih lanjut, Dr. Diana menjelaskan bahwa hanya sedikit penelitian yang mencari tahu mengenai bagaimana vaksin Covid-19 atau vaksin terhadap penyakit lain berpotensi mempengaruhi siklus menstruasi. Dalam upaya memahami perubahan yang terjadi, penulis studi menganalisis data dari aplikasi pelacakan kesuburan, Siklus Alami.
Pengguna pun harus memasukkan data suhu dan siklus menstruasi mereka. Pada orang yang suntik vaksin Covid-19, data diambil dari tiga siklus berturut-turut sebelum mereka divaksinasi dan dari tiga siklus lagi berturut-turut, termasuk siklus menstruasi ketika vaksinasi.
Pada orang yang tidak vaksinasi, data mereka dikumpulkan selama enam siklus berturut-turut. Dari 3.959 individu dalam penelitian ini, 2.403 divaksinasi dan 1.556 tidak divaksinasi.
Sebagian besar pengguna aplikasi yang divaksinasi menerima vaksin Pfizer dan Moderna.Rata-rata, dosis vaksinasi pertama dikaitkan dengan peningkatan siklus 0,71 hari dalam panjang siklus dan dosis kedua dengan peningkatan 0,91 hari. Menurut para ahli, ini artinya pengguna yang vaksinasi selama 2 siklus mengalami peningkatan kurang dari satu hari di setiap siklus menstruasi mereka ketika vaksinasi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4421 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2074 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1962 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1606 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1448 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan