Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Tari Pendet Bali Hadir Dengan Penuh Filosofi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali selain terkenal dengan wisatanya juga terkenla dengan berbagai kebudayaannya. Bahkan jenis kebudayaan berupa kesenian juga telah mendapat apresiasi yang tinggi baik dari dalam atau luar negeri. Salah satu dari kesenian tersebut adalah Tari Pendet.
Tarian ini termasuk dari genre dari tari Wali. Dari kategori dan jenis tari tersebut tarian ini tergolong tertua. Jenis tarian ini sudah ada sejak tahun 1950. Awal mula tarian ini muncul adalah sebagai tarian sembahan yang dilakukan ketika sembahyang di pura-pura.
Tarian ini ditujukan sebagai bentuk ucapan selamat datang atas turunnya dewa di Bumi. Tari pendet adalah hasil dari gubahan maestro seni tari dari Bali yang bernama I Wayan Rindi. Dikutip dari buku Ensiklopedia Mini : Tari-tarian Nusantara karya Rizky Utami, bahwa I Wayan Rindi merupakan sosok seniman tari yang mempunyai penguasaan terhadap gerak tari yang cukup hebat.
Oleh karena itu, perkembangan serta sebaran tari pendet salah satunya adalah berkat jasa darinya. Apabila ditelisik lebih dalam, gerakan tari pendet diambil dari pakem-pakem gerakan tari pendet dewa atau tari pendet asli yang dilakukan untuk persembahan.
Tanpa menghilangkan nilai religi, sakral, dan keindahan tari ini, I Wayan beserta temannya bernama Ni Ketut Reneng berhasil memasukkan suatu unsur tarian pendet dewa ke dalam tari pendet yang populer hingga saat ini.
Filosofi Tari Pendet dalam Kehidupan Tari pendet ini bukan hanya sekadar gerakan lenggak-lenggok badan, namun ada unsur sakral di dalamnya. Tari Pendet Bali ditampilkan oleh pasangan penari putri setelah penampilan tari rejang yang dilakukan di halaman pura. Tarian ini dipentaskan menghadap ke arah suci atau disebut juga pelinggih.
Dalam pementasannya, tari Pendet Bali ini harus dibawakan dengan menggunakan riasan upacara keagamaan dan juga pakaian upacara. Setiap penari membaca perlengkapan sesajen sebagai persembahan. Mulai dari wadah air suci atau sangku, cawan, kendi, dan perlengkapan lainnya.
Di sisi lain, para penari juga akan membawakan sebuah mangkuk dengan warna perak yang telah diisi penuh oleh bunga. Setelah itu, pada saat tarian berakhir bunga yang ada di mangkuk akan ditaburkan kepada para penonton sebagai sambutan selamat datang.
Oleh karena itu, tari pendet juga berguna untuk menyambut kedatangan para tamu. Mengenal Musik Pengiring Tari Pendet Bali Dalam gerakan dan iringan tari Pendet Bali ada musik pengiring yang khas.
Sebagai ciri khas, irama musik yang ada dihasilkan dari tabuhan gamelan atau disebut juga gong kebyar. Adapun fungsi dari musik pengiring adalah sebagai pengatur tempo dan ritme para penari. Saat gong kebyar dimainkan secara cepat ataupun lambat. Maka gerakan para penari akan menyesuaikan dengan irama musiknya.
Perlengkapan Busana dan Tata Rias Tari Pendet Bali Dalam setiap pementasan, para penari tari pendet menggunakan pakaian adat Bali yang terdiri dari tapih hijau yang bermotif crapcap. Kemudian mereka juga menggunakan kemben berwarna merah bermotif emas, selendang merah yang diikatkan di pinggang, dan angking kuning bermotif tumbeng.
Baca juga:
Asal Muasal Munculnya Tari Kecak Bali
Demi mendapati performa yang maksimal, para penari juga didandani dengan riasan wajah yang menarik. Mereka menggunakan anting, hiasan bunga yang terdiri dari bunga kamboja yang disematkan di telinga kanan serta bunga mawar di tengah kepala.
Tidak hanya itu, mereka juga mengenakan bunga semanggi di telinga kiri dan bunga sandat di belakang bunga mawar dan juga bunga kamboja. Kemudian para penari juga menggunakan hiasan pusung gonjer. Iitulah sejumlah penjelasan terkait filosofi dari kesenian tari Pendet. Tarian yang punya filosofi tinggi terhadap kehidupan dan juga memiliki penghormatan yang tinggi dalam keagamaan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4446 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2090 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1990 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1627 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1467 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan