Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
2 Agenda G20 Batal di Bali, Koster: Tidak Perlu Heboh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kegiatan 2nd Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD) atau pertemuan para deputi dan 1st Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG) yang semula akan berlangsung di Bali kini dipindah ke Jakarta.
Hal tersebut setelah Menteri Keuangan republik Indonesia Panitia Pelaksana Pertemuan G20 Bidang Jalur Keuangan pada Rabu 19 Januari 2022 tentang pemindahan lokasi kegiatan. Semula kegiatan itu rencananya digelar 15 Februari hingga 18 Februari di Nusa Dua Bali.
Hal itu dibenarkan Gubernur Bali Wayan Koster, saat diwawancarai media pada Kamis (20/1/2022) usai membuka Pameran IKM Bali Bangkit 2022 Tahap I, di Art Center, Denpasar.
Terkait pemindahan dua agenda tersebut, Koster menilai masyarakat tidak menanggapi secara heboh, sebab menurutnya kegiatan lain di tingkat kepala negara akan tetap digelar di Bali.
"Sebenarnya kita nggak perlu terlalu heboh dalam urusan ini karena, untuk pertemuan berikutnya pasti akan di Bali. Dan pertemuan KTT nya pada bulan Oktober itu tetap di Bali," ujarnya.
Dia menyebut, pemindahan tersebut dilakukan hanya terhadap dua kegiatan. Sedangkan penyelenggaraan G20 tingkat kepala negara pada Oktober 2022 mendatang tetap terpusat di Bali.
"Untuk kebaikan semua, saya memahami keputusan ibu Menteri Keuangan, untuk satu tema ini dipindah ke Jakarta. Memang untuk rangkaian pertemuan G20 ada 150 pertemuan, mulai dari tingkat Deputi, Eselon i, Dirjen, Menteri sampai Kepala Negara itu pertemuannya di Bali dan luar Bali," tuturnya.
Dirinya berupaya melakukan lobi kepada pemerintah pusat agar menggelar kegiatan di Bali. Untuk itu, dirinya telah berkomunikasi bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia, agar kegiatan setingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Central semua negara yang terlibat dalam g20 ini dapat dilakukan di Bali pada bulan Juli.
Dia menambahkan, dua even yang dipindah ke Jakarta tersebut sejatinya sejak awal memang direncanakan berlangsung di Jakarta. Namun pada bulan Desember para peserta ingin agar kegiatan tersebut berlangsung di Bali.
Kemudian kembali diputuskan kegiatan tersebut di Jakarta karena menimbang penyebaran Covid-19 varian omicron di tingkat internasional sedang meningkat.
Alasan lainnya adalah, penerbangan dari luar negeri belum bisa langsung daerah ke Bali, serta karantina untuk rombongan G20 dilakukan di Jakarta. Maka dari itu panitia menilai bahwa tidak efektif jika kegiatan ini berlangsung di Bali.
Sebab jika dilangsungkan di Bali, sedangkan para peserta harus dikarantina di Jakarta, para peserta harus kembali diangkut ke Bali dengan pesawat khusus. Karena jumlahnya banyak pengangkutan tersebut tidak bisa dilakukan sekali berangkat.
Kata Koster, dari segi manajemen ini sangat menyulitkan dan memberatkan para peserta. Apabila hal tersebut tetap dipaksakan di Bali, kemungkinan besar kegiatan berlangsung secara virtual.
"Tidak memungkinkan karena pesertanya kan tidak banyak, kalau ke Jakarta selain peserta kan ada penumpang yang lain. Mengapa dipindah ke Jakarta, Ini tidak terlalu merepotkan para peserta," tutupnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4456 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2098 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2002 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1635 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1473 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan