Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Pilu, Ibu Hamil Niat Jual Ginjal Untuk Bayar Hutang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kehidupan yang baik-baik saja mungkin suatu anugerah bagi beberapa orang. Kadang keadaan ekonomi yang menghimpit membuat beberapa orang ada dalam kondisi berat.
Seperti seorang ibu di Depok, Jawa Barat. Nasib pilu dialami wanita ini bernama Melvi Monita. Ibu dua anak yang tengah hamil 7 bulan ini berniat jual ginjal untuk melunasi utangnya.
Perempuan berusia 23 tahun ini mengaku sudah tak tahan menghadapi 'teror' dari penagih utang yang silih berganti mendatangi rumahnya.
"Makanya saya berniat jual ginjal daripada saya tertekan. Ada yang marah-marah, ada yang baik. Kasihan ke anak juga," beber Melvi sambil menangis, Jumat (21/1/2022).
Setiap penagih utang datang, Melvi hanya bisa bilang, "belum ada uang". Bahkan, Dia mengaku telah membuat surat perjanjian dengan para penagih utang. Melvi berjanji akan langsung membayar hutang begitu ginjalnya laku terjual.
"Saya bilang, 'Saya belum ada (uang), saya lagi berusaha jual ginjal. Kalau emang ada yang mau langsung hubungin saya'," ungkapnya.
Melvi menyebut, jumlah utangnya hampir mencapai Rp 1 miliar. Utangnya membengkak setelah bisnisnya rugi besar. Dia berbisnis jual beli minyak goreng sejak sekitar 5 bulan lalu.
Awalnya, bisnis berjalan lancar karena harga minyak sedang murah. Lalu harga merangkak naik dan tiba-tiba anjlok 3 bulan lalu.
"Terus pas 3 bulan ini drop gitu, jadi stok banyak, enggak ada yang beli. Mau enggak mau saya harus jual rugi," jelas Melvi.
Dia menggambarkan, setiap pembelian 2.200 karton minyak perlu modal Rp 400 juta. Lalu dijual, rugi Rp 200 juta.
"Saya pinjam ke sana-sini buat menutupi kerugian ini. Terus saya pinjam lagi buat mengganti yang saya pinjam. Jadi gali lobang tutup lobang," terangnya.
Sebetulnya, Melvi masih memiliki suami yang bekerja. Hanya saja, gaji suaminya pun tidak cukup untuk melinasi utang-utangnya.
"Karyawan biasa. Gajinya kecil, cukup buat bayar kontrakan, cicilan motor, susu anak, sama pampers," pungkasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4462 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2103 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2007 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1638 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1478 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan