Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Jelang MotoGP Harga Kamar Hotel di Lombok Naik Berkali Lipat
Diduga Ada Mafia Kamar Hotel Bermain
BERITABALI.COM, NTB.
Menjelang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, harga kamar hotel naik drastis. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB, Dewantoro Umbu Joka, mengaku terkejut.
Dimana dengan harga kamar yang begitu fantastis pada 18 hingga 20 Maret 2022 yang bertepatan dengan MotoGP digelar. Kamar yang semulanya di bawah Rp1 juta, kini naik berkali-kali lipat. Begitu pula dengan kamar yang dilengkapi kolam renang yang semula harga Rp2 hingga Rp3 juta, kini naik lebih tinggi.
"Itu bisa berdampak pada penonton, yang akan memilih hotel di Bali ketimbang di Lombok,” katanya, Sabtu (22/1).
Sementara Ketua Sahabat Pariwisata Nusantara (SAPANA), Furqon Ermansyah mengatakan ada dugaan makelar kamar hotel bermain dengan melakukan blok kamar.
“Ada dugaan mafia atau makelar kamar hotel yang mencari untung dari bisnis kamar menjelang MotoGP,” katanya.
“Jadi mereka sudah tahu kapan MotoGP digelar di Mandalika, kemudian langsung melakukan blok atau memboking kamar,” ujarnya.
Makelar kamar tersebut kemudian akan menjual kamar kepada penonton dengan harga yang cukup tinggi. “Biasanya ditambah juga dengan satu hari sebelum MotoGP. Karena penonton yang datang pasti sebelum MotoGP,” katanya.
Furqon Ermansyah atau lebih familiar dengan nama Rudy Lombok, mengatakan makelar kamar tersebut memboking banyak kamar di hotel-hotel yang strategis dengan Sirkuit Mandalika. Bahkan hingga di Mataram dan Lombok Barat.
“Siapa yang dapat informasi pertama (jadwal MotoGP) maka dia akan mengambil tindakan,” katanya.
Tidak hanya itu, Rudy juga mengatakan pihak hotel ikut menaikkan harga mengikuti harga yang dilepas para hotel kompetitor. Apalagi tidak semua kamar akan dilepas, sehingga peluang kamar yang masih kosong mengalami kenaikan harga.
Rudy meminta agar pemerintah bersikap tegas mengingatkan pihak hotel untuk tidak menaikan tarif kamar di atas kewajaran, karena itu akan berdampak pada citra pariwisata NTB ke depannya.
Apalagi, event di Sirkuit Mandalika tidak hanya MotoGP, namun memiliki banyak event balapan di bulan berbeda.
“Pemerintah harus turun tangan. Tindak tegas para makelar kamar, dan tegur hotel yang naikkan tarif di atas batas kewajaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan hampir semua kamar di Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kota Mataram penuh menjelang MotoGP.
“Untuk di Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kota Mataram kalau hotel bintang dua sampai lima semua sudah penuh. Tapi hotel melati dan homestay masih banyak yang kosong,” ujarnya.
Namun di Lombok Timur dan Lombok Utara masih banyak kamar yang belum dipesan khusus saat MotoGP Mandalika.
“Khusus Lombok Utara khususnya tiga Gili belum bergerak (masih kosong) termasuk Lombok Timur juga sama,” katanya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4467 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2011 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1641 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1481 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan