Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Ingin Dilirik Konsumen, Menparekraf Saran Kemasan Produk Yang Menarik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Industri kreatif sedang berkembang saat ini, banyak cara yang dilakukan untuk membuat produk menarik dan dilirik komsumen. Menparekraf menyerankan untuk membuat kemasan produk yang menarik agar dilirik konsumen.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pengemasan produk ekonomi kreatif atau ekraf yang baik, akan meningkatkan minat beli masyarakat secara signifikan. Ia mengatakan, minat membeli tersebut dapat mencapai hingga 80 persen.
"Selama ini banyak pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ekraf tidak terlalu memerhatikan kemasannya karena (produknya) sudah laku, sehingga kemasannya tidak diperhatikan," kata dia di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (23/1/2022) dikutip Suara.com dari ANTARA.
Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, pengemasan yang baik dapat menentukan tingkat kelarisan produk ekraf di tengah persaingan pemasaran yang semakin tinggi.
Karena itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif siap mendampingi pelaku ekraf di Kabupaten Subang untuk meningkatkan kualitas kemasan produk melalui program seperti Bedah Desain Kuliner Nusantara (BEDAKAN).
"Konten adalah raja, pengemasan adalah ratu, dan raja dan ratu menciptakan kerajaan atau ekosistem digital yang mampu membuat produk-produk tersebut naik kelas,” ungkap Menparekraf.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sandiaga juga beranggapan bahwa Kabupaten Subang memiliki talenta pelaku ekraf yang luas biasa. Sehingga, diharapkan kabupaten itu mengikuti program uji petik yang dihadirkan Kemenparekraf untuk mengeksplorasi potensi dan kekuatan ekonomi kreatif daerah tersebut.
"Subang memiliki enam sub sektor ekraf yang diunggulkan, (antara lain) videografi, fotografi, kriya, dan kuliner," ujarnya.
Adapun Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyatakan, daerahnya memiliki penggerak ekraf dari 146 individu, 17 komunitas, 27 perusahaan, dan sembilan institusi dengan persentase terbesar di bidang kuliner 14 persen, fotografi 12 persen, serta musik 11 persen.
"Sebagai daerah yang ditunjuk untuk melaksanakan program strategis nasional (Pembangunan Pelabuan Patiban), pengembangan kota metropolitan segitiga rebana (Cirebon, Patimban, dan Kertajati), tentunya (Kabupaten Subang) harus bisa menangkap peluang dan mendukung dalam program-program yang menunjang. Salah satunya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," sebut Agus. (sumber : suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4467 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2012 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1642 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1481 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan