Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
5 Makanan Penyebab Serangan Jantung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Maura Magnalia, putri sulung Nurul Arifin meninggal dunia karena serangan jantung di meja makan pada 02.00 WIB Selasa (25/1/2022) dini hari.
Nurul Arifin mengatakan putri sulungnya ditemukan meninggal dunia di meja makan pada pukul 04.30 WIB oleh pembantunya. Pasalnya, ia meninggal dunia ketika keluarganya sedang tertidur pulas.
"Kami tidur dia masih di meja makan ya. Kami sudah tidur, pas masuk kamar, terus pagi-pagi jam 04.30 WIB lah, pembantu yang menemukan dia," ujar Nurul Arifin.
Kasus serangan jantung yang menyebabkan Maura Magnalia meninggal dunia memang bisa menyerang pria maupun wanita, baik yang sudah tua maupun muda. Sebab, ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Selain gaya hidup yang buruk, beberapa makanan juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
Berikut ini dilansir dati WebMD, beberapa makanan yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
1. Gula, garam dan lemak
Seiring waktu, jumlah asupan garam, gula, lemak jenuh dan karbohidrat olahan yang tinggi bisa meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Tapi, Anda bisa mengakalinya dengan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran sehat, biji-bijian, protein tanpa lemak dan produk susu rendah lemak.
2. Daging merah
Makan terlalu banyak daging sapi, domba, dan babi dapat meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung dan diabetes. Karena, makanan ini tinggi lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol, Studi yang lebih baru menunjukkan bagaimana bakteri usus memproses bagian dari daging yang disebut L-carnitine.
3. Kue panggang
Cookies, kue, dan muffin yang dipanggang biasanya mengandung tambahan gula yang menyebabkan kenaikan berat badan. Makanan ini juga terkait dengan kadar trigliserida yang lebih tinggi dan menyebabkan penyakit jantung.
Bahan utama kue panggang ini biasanya tepung putih, yang bisa meningkatkan gula darah dan membuat Anda lebih lapar.
4. Nasi putih, roti dan pasta
Nasi, roti, pasta, dan makanan ringan yang terbuat dari tepung putih kehilangan serat, vitamin, dan mineral yang sehat. Biji-bijian olahan dengan cepat diubah menjadi gula, yang disimpan tubuh Anda sebagai lemak.
Diet tinggi biji-bijian olahan dapat menyebabkan lemak perut, yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
5. Mentega
Mentega mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menyebabkan penyakit jantung. Anda bisa menggantinya dengan minyak zaitun atau olesan berbasis minyak nabati, yang mengandung lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang menyehatkan jantung.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4467 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2011 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1641 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1481 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan