Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Suka Cokelat, Yuk Kunjungi Wisata Chocolate Factory di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Cokelat adalah salah satu bahan makanan yang banyak disukai orang. Selain rasanya yang enak, aromanya juga menenangkan. Di Bali ada sejumlah destinasi wisata Chocolate Factory yang bisa dikunjungi bagi pecinta cokelat, Berikut listnya.
Pod Chocolate Factory & Cafe
Jika Anda ingin sekali mencari tahu cara membuat cokelat dengan detail, mengunjungi Pod Chocolate Factory & Cafe menjadi tempat yang tepat. Disini pengunjung langsung bisa melihat proses pembuatan cokelat bahkan boleh mencicipinya. Produksi Chocolate Factory & Cafe ini berlokasi di Desa Carangsari, Badung, Bali.
Semua produk cokelat hampir tersedia di pabrik cokelat ini. Jika Anda ingin merasakan sensasi yang berbeda, Anda bisa mencicipi cokelat dengan rasa Bali Chili in Palm Nectar Dark Chocolate. Hal ini karena rasa cokelatnya tidak hanya enak, namun juga memiliki rasa pedas.
Big Tree Farm Bamboo Chocolate Factory
Produksi cokelat yang pertama yaitu Big Tree Bamboo Chocolate Factory yang berlokasi di Jalan Raya Sibang Kaja, Desa Sibang Kaja, Badung, Bali. Cokelat yang diproduksi disini memiliki rasa yang luar biasa enak. Mengunjungi tempat produksi cokelat Big Tree Farm Bamboo, Anda akan menemukan beberapa hal unik dan menarik.
Bangunan yang dibuat juga sangat tradisional dan ramah lingkungan, yaitu dibuat menggunakan bambu. Di pabrik cokelat ini Anda akan menemukan beberapa macam produk yang bahkan tidak boleh dilewati.
Uforia Chocolate
Pabrik cokelat selanjutnya yaitu Uforia Chocolate yang berlokasi di Jalan Putra Masima, Jasri Kelod Karangasem, Bali. Anda bersama keluarga Anda bisa menikmati wisata edukasi disini serta mencicipi kenikmatan cokelat yang manis dan meleleh di mulut. Produksi cokelat oleh Uforia Chocolate juga sudah sangat terkenal dengan kualitas cokelat dan sehat.
Cokelat yang diproduksi juga bermacam-macam, dimulai dari truffles, chocolate bars, dan masih banyak lagi beberapa olahan cokelat nikmat lainnya. Produksi cokelat paling unik disini yaitu Favored Bars yang memiliki rasa asin khas Bali dan asin yang terkandung berasal dari air laut Bali. Selain Favored Bars, ada juga Lavish Luwak Mocha yang berasal dari biji kopi luwak khas Indonesia.
Anda juga bisa menemukan cokelat dengan paduan rasa kopi serta vanilla beans yang terbungkus dalam cokelat Locha mocha. Jika Anda penggemar dark cokelat, disediakan juga cokelat dengan kandungan 80% dark chocolate, atau ada juga yang mengandung 70% dark chocolate, 65% dark chocolate, dan menggunakan gula kelapa organik.
Ubud Raw Chocolate Factory
Produksi cokelat Ubud Raw terletak di Jalan Raya Sayan no.74, Sayan, Ubud, Bali. Produksi cokelat yang dihasilkan terbilang sangat unik, yaitu memiliki tema hand made sehingga sangat menaik untuk dijadikan wisata edukasi membuat cokelat. Ubud Raw Chocolate Factory menyediakan cokelat yang masih sangat fresh. Sehingga ketika dimakan, akan terasa begitu nikmat sensasi di mulut.
Ada 3 jenis varian cokelat yang diproduksi disini, yaitu Raisin Cashew, Pure & Raw, serta Raw Chocolate. Pure & Raw dibungkus di dalam toples cantik dengan berat 100 gram, bahan utama Pure & Raw yaitu kakao dan kelapa sehingga mengandung anti oksidan sekaligus menyehatkan. Untuk rasa Raw Chocolate berasal dari mint dan gojoberry yang memberikan sensasi berbeda ketika dimakan. (sumber : balipedia.id)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4459 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2100 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2003 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1635 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1475 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan