Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Viral Tahanan Menyelundupkan Sperma Melalui Bungkus Keripik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria asal Palestina bernama Rafat Al-Qarawi berhasil memiliki 4 anak meski dirinya telah menghabiskan 15 tahun di penjara Israel. Ternyata, pria yang ditangkap sejak 2006 ini memiliki tehnik tersendiri agar tetap memiliki anak meski dirinya dan sang istri tidak pernah berhubungan seks selama dirinya di penjara.
Selama betahun-tahun itu, Al-Qarawi menyelundupkan spermanya keluar penjara dengan memasukkannya ke kantung keripik kentang. Lalu, sang istri mengambil bungkus keripik tersebut dan langsung dibawa ke klinik kesuburan untuk diinseminasi.
"Aku menyelundupkan sperma di kantin. Aku akan ejakulasi beberapa detik sebelum petugas penjara memanggil nama kami," ujar A-Qarawi, dilansir Oddity Central.
Ia mengaku membungkusnya dengan cara tertentu, menandai bungkus keripik yang berisi sperma, dan mengikatnya dengan tali. Cara ini membuat banyak petugas medis terheran-heran, sebab, yang ia tahu sperma manusia hanya dapat bertahan beberapa detik hingga menit di luar tubuh manusia.
Hal itu juga dibenarkan dalam laman Health Line bahwa sperma bisa mati dengan cepat ketika terkena udara. Tetapi lamanya waktu sperma bertahan hidup sangat bergantung pada faktor lingkungan dan seberapa cepat itu mengering.
Kecuali jika disimpan ke dalam saluran reproduksi wanita, sel sperma mudah rusak dan hanya dapat bertahan beberapa detik hingga beberapa menit di luar tubuh. Tapi sebenarnya, praktik penyelundupan sperma ini telah terjadi selama bertahun-tahun di antara tahanan Palestina.
Para dokter yang telah lama membantu para istri tahanan ini mengatakan sperma biasanya dimasukkan ke dalam wadah tetes mata, pembungkus permen, kantung keripik, atau wadah lainnya. Sperma biasanya dapat bertahan selama sekitar 12 jam, meski itu tergantung pada kualitas sperma dan kondisi transmisinya, lapor The Atlantis.
Menurut ahli kesuburan Jennifer Kulp Makarov di Maimonides Medical Cente, New York, mengatakan bahwa perawatan IVF atau bayi tabung, seperti yang dilakukan para istri tahanan, hanya membutuhkan beberapa sperma yang layak agar berhasil.
"Itu mungkin. Setelah beberapa jam (di luar tubuh), Anda masih memiliki beberapa juta," tutur Makarov.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4456 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2098 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2002 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1635 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1473 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan