Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Mulai Longgarkan Aturan Pasca Gelombang Varian Omicron
BERITABALI.COM, DUNIA.
Prancis merasa telah melewati puncak gelombang varian Omicron dan negara tersebut kini mulai berlakukan pelonggaran aturan Covid-19 di bulan Februari ini.
"Kami jelas telah melewati puncaknya, kami berharap penurunan akan cepat. Tapi kami datang dari tingkat lapisan luar, jadi gelombang ini masih jauh dari selesai," kata ahli epidemiologi Mahmoud Zureik kepada harian Prancis Le Parisien.
Namun, rencana pelonggaran itu masih menjadi pro kontra di antara para ahli. Terlebih setelah negara itu mengalami rekor kasus positif Covid-19 mencapai 500 ribu dalam sehari.
Para kritikus menyebut pemerintah Prancis terlalu tergesa-gesa apabila melonggarkan aturan dan memaksa kehidupan berlangsung normal.
Tetapi, Presiden Prancis Emmanuel Macron menganggap bahwa tingkat vaksinasi yang luas akan efektif mengekang penularan virus corona. Pemerintah mengatakan, lebih dari 90 persen orang dewasa telah divaksinasi.
Pelonggaran aturan diberlakukan mulai Rabu (2/2) dengan menghapus kewajiban mengenakan masker wajah di luar ruangan. Juga tidak ada lagi aturan pembatasan kapasitas penonton di teater, konser, pertandingan olahraga, maupun acara publik lainnya.
Bekerja dari rumah juga tidak lagi diperlukan, meski tetap sangat disarankan.
Tahap kedua pelonggaran akan ditetapkan pada 16 Februari. Saat itu, klub malam diizinkan buka kembali setelah ditutup sejak Desember 2021. Pelaksanaan konser, acara olahraga, dan bar juga akan diizinkan. Aktivitas makan dan minum di dalam stadion, bioskop, dan transportasi umum juga akan diperbolehkan.
Macron juga menyarankan bahwa pembatasan yang diberlakukan untuk sekolah, seperti persyaratan memakai masker, dapat dilonggarkan setelah liburan musim dingin yang dijadwalkan akhir bulan ini.
Pihak berwenang memandang ancaman infeksi varian Omicron tidak lebih berbahaya daripada jenis virus sebelumnya, meskipun memang lebih menular.
"Kami telah melihat pembalikan tren yang lemah selama beberapa hari terakhir, dengan lebih sedikit kasus yang diumumkan setiap hari daripada tujuh hari sebelumnya," kata juru bicara pemerintah Gabriel Attal kepada radio France Info, dikutip dari Channel News Asia.
Rata-rata 322.256 kasus tercatat selama tujuh hari terakhir. Jumlah itu sedikit turun dari 366.179 kasus dalam seminggu pada dua pekan lalu.
Attal menyebutnya kalau penurunan itu menjadi sinyal yang sangat menggembirakan. Tetapi juga para pejabat harus tetap berhati-hati karena sub-varian Omicron, BA.1, masih sangat menular.
Sementara itu, rawat inap di Prancis saat ini masih ada sekitar 3.750 pasien Covid-19 dalam perawatan intensif. Angka itu di atas ambanh batas pemerintah yang menargetkan 3.000 pasien.
Rata-rata kematian pasien Covid-19 di rumah sakit Prancis tercatat 261 jiwa per hari. Hingga Selasa (2/2), Prancis telah mencatat 131.312 kematian akibat Covid-19 selama pandemi. (sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4489 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2112 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2037 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1646 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1492 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan