Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Ini Beragam Efek Samping Vaksin Booster Pahami dan Jangan Panik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemberian vaksin booster sudah dimulai sejak awal Januari lalu, dan akan dilakukan terus hingga merata di seluruh Indonesia. Setidaknya ada beberapa vaksin yang digunakan sebagai booster. Namun perlu dicermati juga bahwa efek samping vaksin booster juga wajib diwaspadai.
Beberapa vaksin yang digunakan, seperti Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna, memiliki beberapa efek yang berbeda. Ada yang merasakannya dengan cukup serius, namun ada pula yang gejalanya ringan bahkan tak terasa.
Berikut beberapa efek samping vaksin booster yang umum muncul.
1. Vaksin Sinovac
Vaksin ini digunakan sebagai booster setelah jarak 6 bulan vaksin kedua. Mungkin banyak pula dari Anda yang mendapatkan dua dosis vaksin ini sebelumnya, dan sudah merasakan pula KIPI dari vaksin ini.
Beberapa efek yang mungkin timbul antara lain adalah reaksi lokal seperti nyeri pada lokasi suntikan, atau gejala ringan seperti pusing, pegal ringan, dan sebagainya. Umumnya gejalanya tak parah.
2. Vaksin Pfizer
Vaksin ini dapat dikatakan menjadi salah satu vaksin yang memiliki KIPI paling jelas dan terasa. Vaksin ini bisa menjadi booster setelah jarak 6 bulan vaksin kedua, dan bisa lebih dari itu.
Beberapa efek samping yang sering muncul, dan terasa lebih keras dari Sinovac, adalah sebagai berikut.
Demam
Nyeri sendi dan otot
Nyeri pada lokasi suntikan, beberapa mengeluhkan bahkan tangan sampai sulit digerakkan
3. Vaksin AstraZeneca
Vaksin AztraZeneca atau dikenal dengan sebutan AZ menjadi booster selanjutnya yang bisa didapatkan. Aturan booster ini sama, 6 bulan setelah vaksin dosis kedua diberikan.
Efek samping vaksin booster AZ antara lain adalah nyeri di lokasi suntikan, gatal, terjadi pembengkakan, sakit kepala, rasa lelah dan lemas, demam, mual, hingga kemerahan.
4. Vaksin Moderna
Vaksin Moderna diberikan sebagai vaksin booster homolog dan heterolog pada vaksin primer AZ, Pfizer, atau Jenssen. Sama, diberikan setelah 6 bulan dari dosis kedua, dan disuntikkan sebanyak setengah dosis.
Efek yang paling sering terdeteksi antara lain merasa mual, demam, sakit kepala, dan rasa lemas setelah beberapa jam menerima vaksin.
Beberapa efek samping vaksin booster di atas biasanya hanya dirasakan pada taraf ringan saja. Namun jika Anda merasakan efek samping yang berat setelah vaksin, direkomendasikan untuk segera menemui dokter untuk berkonsultasi. Semoga berguna, dan terapkan prokes ketat sepanjang waktu.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4857 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4555 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2428 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2160 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2148 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan