Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Menparekraf Temui Masyarakat Desa Adat Ungasan Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bertemu dengan sejumlah masyarakat Desa Adat Ungasan untuk membahas pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di kawasan Pantai Melasti, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Kawasan Pantai Melasti yang luasnya lebih dari 40 hektare ini memiliki hamparan pasir putih dengan panorama laut biru yang indah. Akses menuju kawasan ini pun dapat ditempuh dengan mudah. Fasilitas yang disediakan juga cukup banyak, diantaranya ada beach club, area parkir yang memadai, mushala, toilet, hingga berbagai warung UMKM lokal.
Meski demikian, masyarakat Desa Ungasan ingin mengembangkan kawasan Pantai Melasti agar destinasi wisata ini semakin memiliki nikai tambah dan bertaraf internasional.
Ada beberapa hal yang disampaikan masyarakat Desa Adat Ungasan. Mereka berencana akan membuat sebuah amphitheater berbasis kearifan budaya lokal, selain untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, rencana pembangunan ini dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya desa. Kemudian, perluasan warung UMKM agar lokasinya lebih tertata dan strategis, serta membuat sebuah waterbreak (pemecah ombak).
"Yang disampaikan ini akan segera kami tindak lanjuti, karena kita ingin masyarakat di sini mendapat penghasilan tambahan, sehingga ekonominya meningkat dan tadi seperti mimpinya Pak Disel (Bendesa Adat Ungasan) bahwa ini levelnya perlu ditingkatkan menjadi level internasional," kata Menparekraf usai berdialog dengan masyarakat Desa Ungasan.
"Saya titip Pak Disel, ketika saya ajukan (rancangan pengembangan) ini mohon dikawal, karena kalau nanti ada breakwater tentunya harus dipastikan juga lingkungannya terjaga dengan baik dan terumbu karangnya juga harus dijaga. Harapannya warung rakyat tambah berkembang, masyarakat tambah sejahtera, dan kunjungan wisatawan semakin meningkat," ujarnya.
Mengingat adanya relaksasi sejumlah kebijakan terkait pelaku perjalanan, seperti bebas karantina dan peniadaan tes antigen, maka banyak permintaan dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali. Oleh sebab itu, Menparekraf berpesan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan. "Saya titip banget protokol kesehatannya, karena kita bisa bangkit kalau kita sehat," kata Menparekraf.
Dalam kesempatan yang sama, Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menparekraf. Menurutnya, kedatangan Menparekraf memberikan suatu semangat dan harapan bagi masyarakat Desa Ungasan untuk bangkit dan terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata di Pantai Melasti.
"Kami memiliki 12 ribu penduduk kurang lebih, sehingga harapan dan masa depan dengan terangkatnya Pantai Melasti bisa menciptakan lapangan kerja dan masyarakat kami bisa mencari nafkah di tempat ini, sehingga pergerakan ekonominya betul-betul dirasaka," katanya.
Pada pertemuan ini, Menparekraf didampingi oleh Plt. Deputi Bidang Pemasaran, sekaligus Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan