Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Upacara Ngaben Massal di Karangasem Dapat Bantuan Punia
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemberian Punia adalah salah satu cara yang dilakukan oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana untuk meringankan beban warga khususnya yang hendak melaksanakan upacara Ngaben dan Ngeroras masal di Karangasem.
Untuk mendapatkan punia yang dimaksud, panitia upacara Ngaben atau Ngeroras masal harus mengajukan surat permohonan terlebih dahulu kepada Bupati Karangasem, barulah nantinya bantuan punia tersebut bisa diberikan.
"Bagi warga kita yang akan melakulan upacara Ngaben Masal, kita sudah siapkan punianya. Kita akan suport paling tidak untuk meringankan warga kita saat melaksanakan upacara adat dan budaya Bali," ujar Bupati Gede Dana, saat meluncurkan inovasi Atma Kerti di wantilan Kantor Bupati Karangasem, pada Senin (21/3/2022).
Tak main-main, jumlah punia yang akan di gelontorkan mulai dari Rp.10 juta sampai dengan Rp.25 juta rupiah. Jumlah punia yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan jumlah yang akan di Aben dan tingkat kemiskinan masyarakatnya.
"Punia untuk Ngaben Masal sudah jalan. Kalo ada dari panitia yang mengurus surat permohonan, kami akan berikan suport, untuk jumlahnya tentatif menyesuaikan jumlah dan tingkat kemiskinan warga," terang Gede Dana.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5710 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan