Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 19 Oktober 2026
Pengguna Telemedik Bertambah 44,1 Persen dalam 6 Bulan Terakhir
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Survei dari Katadata Insight Center menyebutkan pengguna baru telemedik berkembang pesat selama pandemi COVID-19 karena mengalami penambahan sebanyak 44,1 persen dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
“Jadi meski ada fasilitas kesehatan fisik yang dekat dengan domisili, tak serta merta membuat mereka tak menggunakan telemedik,” kata Manajer Riset Katadata Insight Center Vivi Zabkie dalam keterangan tertulis Katadata di Jakarta, Kamis (7/4/2022).
Dari data survei yang dilakukan sejak 28 Februari- 7 Maret 2022 juga ditemukan lebih dari 84 persen pengguna baru, telah memanfaatkan layanan kesehatan jarak jauh tersebut dalam dua tahun terakhir.
Vivi menuturkan pandemi menjadi alasan dari meningkatnya jumlah pengguna baru tersebut. Telemedik dirasa dapat menghemat waktu, menghindari penularan COVID-19, bisa digunakan kapan dan di mana saja, serta menghemat biaya transportasi.
Survei yang diujikan kepada 2.108 responden berusia di atas 16 tahun dari 34 provinsi tersebut menyatakan 67 persen di antaranya menyatakan sudah menggunakan layanan telemedik. Sedangkan sebanyak 15,6 persen pengguna sudah menggunakan telemedik jauh sebelum terjadinya pandemi atau lebih dari dua tahun terakhir.
Dengan pengguna paling banyak berjenis kelamin laki-laki milenial, berstatus sosial ekonomi menengah dan berdomisili di Pulau Jawa. Selain laki-laki, ditemukan bahwa pengguna telemedik banyak berasal dari orang yang memiliki jarak tempat tinggal dekat dengan puskesmas, memiliki tempat berobat langganan dan banyak menggunakan telemedik.
Bila dirinci lebih dalam, sebanyak 33,6 persen pengguna mengaku menggunakan telemedik saat terkena COVID-19 dan 20 persen mengatakan menggunakan layanan itu saat terkena penyakit yang tergolong ringan seperti adanya masalah pada kulit, flu dan maag.
Di sisi lain, telemedik yang melekat pada fasilitas kesehatan seperti layanan tambahan di rumah sakit dan klinik juga berhasil memiliki sebanyak 41,8 persen pengguna. Dengan jenis layanan yang paling banyak digunakan berupa tele-konsultasi, pembelian obat dan vitamin serta pencarian informasi kesehatan.
“Lebih dari setengah pengguna telemedik menyebutkan layanan-layanan tersebut. Layanan telemedik seperti Tele-Ultrasonografi (USG), tele-radiologi, tele-elektrokardiografi (EKG) juga mulai digunakan, namun jumlah pengguna masih sangat sedikit,” katanya.
Vivi menuturkan sebanyak 54,4 persen responden melakukan pencarian informasi mengenai suatu penyakit melalui internet agar dapat mengidentifikasi penyakit dan mengambil keputusan pada tindakan lebih lanjut.
“Riset kami juga mengkaji bagaimana perilaku konsumen kesehatan, ketika sakit dan bagaimana perjalanan mereka mendapat kesembuhan. Kami temukan juga yang menarik adalah adanya kebiasaan mencari informasi mengenai penyakit yang diidap melalui mesin pencari ini,” ucap dia. [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4492 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2115 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2046 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1649 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1495 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan