Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Pengamat Transportasi Imbau Kebijakan Mudik Lebaran 2022
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Djoko Setijowarno, salah seorang pengamat transportasi Tanah air mengingatkan harus ada pengaturan dalam penerapan jalur lawan arus (contra flow) atau jalur satu arah (one way) agar tidak menghambat perjalanan bus dari daerah ke arah Jakarta yang akan mengangkut penumpang mudik.
Dikutip kantor berita Antara dari keterangan tertulis Djoko Setijowarno pekan lalu (7/4/2022) di Jakarta, ia menyarankan perlunya perhatian khusus atau prioritas dari petugas terhadap sejumlah bus pengangkut penumpang yang akan mudik dari Jakarta.
"Harus diberikan perhatian khusus atau prioritas bagi sejumlah bus yang sudah tiba di lokasi tujuan untuk kembali mengangkut penumpang akan mudik. Pengalaman 2019, banyak pengemudi bus yang mengeluh akibat kebijakan penerapan contra flow di Jalan Tol Trans Jawa. Sejumlah armada bus yang akan menjemput pemudik menjadi terhambat perjalanannya," jelas Djoko Setijowarno.
Menurutnya, pemudik jalur darat sudah menjalankan tanggung jawabnya saat mudik dengan memilih keberangkatan lewat terminal bus. Sebab keberangkatan dari terminal akan memudahkan pengawasan dan pengaturan oleh petugas.
"Apalagi mudik lebaran tahun ini ada persyaratan sudah vaksin ketiga (booster). Pengawasan akan lebih mudah dilakukan di ruang tertutup seperti terminal ketimbang di ruang terbuka," jelasnya.
Namun adanya kebijakan contra flow atau one way yang menghambat perjalanan bus, dinilai dapat mengurangi kenyamanan pemudik yang memilih keberangkatan dari terminal.
Kemudian imbauan kedua adalah saat arus balik, yaitu pemudik memilih keberangkatan dengan angkutan umum lain yang disediakan biro jasa perjalanan wisata.
"Harus dicermati pula, keberadaan angkutan umum pelat hitam dan biro jasa yang sudah menawarkan mudik menggunakan bus pariwisata melalui media sosial. Pemerintah perlu mengantisipasi sejak dini. Kendaraan yang digunakan pasti tidak lolos ramp check, penumpang tidak diperiksa kesehatannya, pengemudi tidak ikut tes kesehatan," jelas Djoko Setijowarno.
Untuk itu, ia meminta pemerintah mengantisipasi arus mudik sedini mungkin, termasuk menyediakan mudik gratis untuk pada momentum Idul Fitri tahun ini. Tujuannya memudahkan pengawasan dan pengaturan perjalanan orang dalam negeri, terlebih di masa pandemi COVID-19.
Sebagai catatan, Balitbang Perhubungan menyatakan ada potensi pergerakan pemudik dari Jabodetabek di 2022 adalah 13 juta orang. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4443 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2087 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1987 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1623 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1462 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan