Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Pidato Perpisahan Pilot di Penerbangan Terakhir Sebelum Pensiun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pilot memegang kendali penuh terhadap penerbangan maskapai menuju destinasi yang dituju. Pilot juga harus selalu terbang dalam keadaan sehat demi keselamatan para penumpang.
Banyak pilot yang pensiun dengan total jam terbang yang sangat tinggi. Baru-baru ini telah viral di media sosial pidato perpisahan seorang kapten pilot sebelum purna tugas.
Video pidato perpisahan pilot itu salah satunya dibagikan oleh akun Instagram kepoin_trending pada Sabtu (16/4/2022).
Diketahui, pilot bernama Hanafi Herlim ini merupakan pilot maskapai Citilink. Dalam video, ia menyampaikan pidatonya di hadapan seluruh penumpang pesawat Citilink.
Mengenakan seragam pilot lengkap, pilot ini menyampaikan salam perpisahan dan menceritakan perjalanannya dari awal menempuh pendidikan hingga saat ini. Para penumpang yang berada di dalam pesawat yang berhenti tampak mengabadikan momen mengharukan itu.
"Perkenalkan nama saya Captain Hanafi Herlim. Hari ini adalah hari penerbangan saya yang terakhir," ucap sang pilot dengan suara bergetar.
Kapten pilot ini kemudian menceritakan bahwa ia lulus pendidikan di Sekolah Penerbangan Curug Tangerang pada tahun 80.
"Informasi saja. Saya lulus penerbangan di sekolah penerbangan di Curug tahun 80," ungkapnya.
Pilot menceritakan bahwa dirinya sudah 42 tahun mengudara dan telah mengantongi lebih dari puluhan jam terbang.
"Setelah terbang kurang lebih 42 tahun dan mengantongi jam pada saat ini kurang lebih 27.700 jam terbang," ucapnya.
Mendengar hal itu, para penumpang pesawat Citilink saat itu bersorak dan memberi sang pilot tepuk tangan meriah.
Pilot pun menceritakan sejak awal berkecimpung di dunia penerbangan. Ia telah berganti-ganti jenis pesawat sejak lulus sekolah penerbangan hingga masa purna tugasnya.
"Lulus tahun 80 saya bergabung dengan Merpati. Saya terbang twin otter selama 12 tahun. Terbang F-27 kurang lebih 3,5 tahun. F-28 4 tahun, F-100 kurang lebih 16 tahun. Dan saat ini saya terbang di Airbus kurang lebih 11 tahun," lanjutnya menceritakan.
Tak sampai di situ saja, sang pilot juga turut menceritakan negara-negara yang pernah dijajakinya bahkan sampai ke negara-negara konflik.
"Saya pernah terbang di Nigeria selama 3 bulan, setelah itu Dubai, Afghanistan, Irak, dan Libya. Hampir semua negara yang berkonflik pada saat itu," ungkapnya penuh haru.
"Alhamdulillah sampai detik ini saya masih berada di hadapan anda," pungkasnya.
Diketahui, saat itu sang pilot berpidato dalam penerbangan terakhirnya dari Cengkareng menuju Denpasar dan kembali ke Cengkareng lagi.
Momen mengharukan perpisahan pilot Hanafi Herlim ini sontak menuai atensi wargnet. Tak sedikit warganet yang terharu dengan pidato perpisahan pilot di penerbangan terakhirnya ini.
"42 tahun hidunya di udara terus. Sekarang waktunya dah kumpul keluarga bersama anak cucu," tulis salah seorang warganet.
"Terlihat gemetar tangannya meninggalkan dunia kerja yang dicintainya... Selamat menikmati waktu bersama keluarga menikahkan anak, momong cucu nanti cerita ke cucu tentang pengalaman bapak... Sungguh terharu lihatnya," ungkap warganet.
"Sehat terus capt, walaupun aku gak brani naek pesawat aku menangis melihat video ini capt," komentar warganet.
"Selamat beristirahat capt. Waktunya kumpul bersama keluarga," imbuh yang lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4335 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2020 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1883 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1556 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1378 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan