Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Penelitian Kanada: Kematian Covid-19 Lebih Tinggi di Akhir Pekan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Varian Omicron memang dianggap lebih ringan daripada varian virus corona sebelumnya. Tapi, sebuah studi mengungkapkan bahwa jumlah kematian akibat varian baru virus corona ini bisa lebih tinggi selama hari-hari tertentu.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Toronto di Kanada, kematian virus corona secara global pada akhir pekan lebih tinggi dibandingkan dengan hari kerja selama pandemi virus corona.
Studi ini menemukan bahwa jumlah rata-rata kematian global akibat virus corona Covid-19 6 persen lebih tinggi pada akhir pekan dibandingkan hari kerja selama pandemi.
Tim peneliti mempelajari semua kematian yang dilaporkan ke database Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) antara 7 Maret 2020 hingga 7 Maret 2022.
Temuan penelitian, yang akan dipresentasikan pada Kongres Mikrobiologi Klinis dan Penyakit Menular Eropa (ECCMID) Eropa tahun ini di Portugal akhir bulan ini, sebagai berikut:
1. Amerika Serikat memiliki rata-rata 1.483 kematian akibat Covid-19 pada akhir pekan dibandingkan dengan 1.220 pada hari kerja, yakni memiliki peningkatan 22 persen.
2. Brasil memiliki rata-rata 1.061 kematian akhir pekan dibandingkan dengan 823 pada hari kerja, yang artinya naik 29 persen.
3. Inggris memiliki rata-rata 239 kematian akhir pekan dibandingkan dengan 215 pada hari kerja, yang artinya ada peningkatan 11 persen.
Setelah menganalisis jumlah rata-rata kematian akibat Covid-19 pada hari-hari tertentu dalam seminggu, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa perbedaan jumlah itu jauh lebih besar ketika membandingkan jumlah kasus antara hari Minggu hingga Senin yang mencapai 8.850, dibandingkan dengan 7.219 kematian pada hari Jumat hingga Senin.
Namun, salah satu peneliti Dr Fizza Manzoor mencatat bahwa perbedaan tersebut tidak berlaku untuk semua negara.
Karena, kematian akibat virus corona di akhir pekan di Jerman lebih rendah dibandingkan dengan hari kerja.
"Tapi, keterlambatan pelaporan jumlah kasus tidak bisa menjelaskan penyebab peningkatan kematian akibat Covid-19 di akhir pekan," kata Dr Manzoor dikutip dari Times of India.
Peningkatan kasus virus corona di akhir pekan ini mungkin disebabkan oleh efek libur akhir pekan.
"Terlebih lagi, temuan kami menunjukkan bahwa masalah ini tidak terselesaikan meskipun kinerja dan kesadaran sistem kesehatan meningkat selama pandemi," jelasnya.
Menurut para peneliti, keterlambatan pelaporan kasus kematian akibat Covid-19 tidak bisa disalahkan. Tetapi, kekurangan staf medis, kapasitas, dan pengalaman bisa menjadi beberapa faktor yang berkontribusi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4320 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1875 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1369 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan