Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Militer Cina Gelar Latihan Perang di Dekat Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Militer Cina mengirimkan angkatan perangnya ke dekat Taiwan di tengah kunjungan delegasi Kongres AS di Taipei. Beijing mengatakan langkah itu diambil untuk menjawab “isyarat keliru” dari Amerika Serikat.
Sejumlah kapal fregat, jet tempur dan pesawat pembom milik Cina hari Jumat (15/04) dikerahkan ke Laut Cina Timur untuk melakukan penyisiran perairan di sekitar Taiwan. Manuver itu bukan kebetulan, melainkan diniatkan oleh Beijing sebagai demonstrasi kekuatan.
"Operasi ini adalah respons atas isyarat-isyarat keliru yang disampaikan Amerika Serikat dalam isu Taiwan,” kata juru bicara Komando Timur Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA), Shi Yilu, di stasiun televisi pemerintah.
Dia merujuk pada kunjungan sekelompok anggota Kongres AS ke Taipei. Pada saat latihan militer Cina digelar, sebuah delegasi petinggi AS yang dipimpin Senator Bob Menendez sedang melakukan pertemuan dengan Presiden Tsai Ing-wen.
"Tindakan buruk AS dan trik yang mereka gunakan sangat mematikan dan berbahaya. Mereka yang bermain dengan api akan terbakar sendiri,” imbuh juru bicara PLA.
Amerika Serikat tidak mengakui kedaulatan Taiwan, namun berkomitmen untuk melindungi kemerdekaannya dari Cina.
Menendez mengakui pemerintah di Beijing akan merasa "sangat tidak bahagia” atas kunjungan Kongres AS. Namun dukungan Washington terhadap Taipei bernilai strategis bagi kepentingan nasional.
Komitmen dari Washington untuk Taiwan "Taiwan memproduksi 90 persen semikonduktor berkualitas tinggi. Negara ini penting untuk dunia global,” kata Menendez. "Sebab itu kita harus menyadari bahwa keamanan Taiwan memiliki implikasi global,” imbuhnya.
Dia merujuk pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang mengoperasikan pabrik lempengan silikon terbesar di dunia. Di sana, TSMC memproduksi microchip termutakhir yang digunakan untuk smartphone dan komputer, kendaraan bermotor atau bahkan peluru kendali.
Di tengah kelangkaan microchip yang sempat memaksakan penghentian sementara produksi pada industri komputer dan otomotif, TSMC diharapkan akan mampu menstabilkan pasokan global. Menendez secara sengaja menyebut Taiwan sebagai "negara” selama kunjungannya di Taipei. Istilah itu dianggap tabu dan selama ini menjamin respons keras dari Beijing. Namun menurut Menendez, berkaca pada invasi Rusia terhadap Ukraina, AS semakin berkomitmen melindungi Taiwan. "Kami akan berdiri bersama Anda,” katanya.
"Mengkhianati Taiwan sama saja mengkhianati demokrasi dan kebebasan.” Delegasi Kongres AS tiba pada Kamis (14/04) malam setelah melakukan lawatan di Australia dan mereka dijadwalkan menetap selama dua hari di Taiwan. Di sana, mereka bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, Menteri Luar Negeri Joseph Wu dan Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4320 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1874 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1368 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan